Pelita News | Cirebon Timur – Meski baru saja rampung di rehabilitasi pada September 2025 lalu, akses penghubung Desa Blender, Kecamatan Karangwareng – Desa Kaligawe Wetan, Kecamatan Susukanlebak tetap kembali terancam putus. Sebelumnya, pada April 2025 lalu dikabarkan akses jalan penghubung Desa Blender – Desa Kaligawe Wetan mengalami longsor akibat aliran sungai dibawah jalan yang menggerus tanah bertebing tersebut.
Berbagai cara sudah dilakukan oleh pihak Desa Blender maupun Desa Kaligawe Wetan untuk meminimalisir terjadinya longsor susulan yang semakin meluas, hingga akhirnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon melalui CV Qanita Dewi melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Tanggul Sungai dengan melakukan Pemasangan Bronjong Kali Cijuray Kecamatan Susukanlebak di Agustus – September 2025 lalu.
Ironisnya, menurut salah seorang pengendara yang melintas, Wawan menyayangkan hasil perkejaan yang dirasa tidak maksimal dan perlu dilakukan tinjauan ulang. Ia menyebut, jalan penghubung Desa Blender – Desa Kaligawe Wetan tetap kembali terancam putus akibat pemasangan Bronjong yang tidak sampai ke atas tebing yang sejajar dengan muka jalan.
“Apalagi dengan tingginya intensitas air di musim hujan ini, aliran air akan semakin meningkat dan menggerus dasar tanah yang berada dibawah akses jalan. Saya harap ada perhatian serius dari Dinas terkait untuk meninjau ulang pekerjaan ini,“ ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Perlu diketahui, Pekerjaan Rehabilitasi Tanggul Sungai dengan Pemasangan Bronjong Kali Cijuray Kecamatan Lemahabang menghabiskan anggaran Rp 186.255.000,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon Tahun 2025. Paket pekerjaan milik DPUTR Kabupaten Cirebon tersebut dilaksanakan CV Qanita Dewi dengan waktu pelaksanaan 60 HK. @Ries















