CIREBON Pelita News
Selasa, 22 April 2025, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Pendidikan Bahasa Inggris Kelas B kelompok 1 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) sukses menggelar workshop bertema “Pengelolaan Kelas Melalui Classroom Screen” di Meeting Room SMPN 06 Kota Cirebon. Kegiatan kolaboratif ini menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris se-Kota Cirebon yang dihadiri oleh 31 guru bahasa Inggris dari 19 sekolah berbeda, serta dihadiri langsung oleh pengawas mata pelajaran bahasa Inggris dari Dinas Pendidikan.
Workshop ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Proyek Kepemimpinan bimbingan ibu Utut Kurniati, S.S., M. A yang bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada para guru bahasa Inggris dalam memanfaatkan Classroom Screen sebagai alat bantu inovatif dalam pengelolaan kelas.
Classroom Screen sendiri merupakan sebuah platform digital yang menyediakan berbagai fitur interaktif untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Fitur-fitur seperti papan tulis digital, generator nama acak, pengatur waktu, indikator mengatur kebisingan ruang kelas, hingga akses cepat ke berbagai sumber belajar online yang diharapkan dapat membantu para guru dalam menciptakan suasana belajar yang lebih terorganisir, kondusif dan juga menarik minat belajar para peserta didik.
Antusiasme para peserta terlihat jelas selama sesi workshop berlangsung. Para guru Bahasa Inggris aktif berdiskusi, mencoba langsung fitur-fitur Classroom Screen melalui perangkat masing-masing, serta saling berbagi pengalaman terkait tantangan dan solusi dalam pengelolaan kelas.
Pengawas mata pelajaran Bahasa Inggris, Kartino, M.Pd. dari Dinas Pendidikan pun memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa PPG UGJ dalam mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan profesional para guru. Beliau juga menyampaikan terkait arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) “Ini kesempatan yang sangat bagus saya sampaikan kepada para guru Bahasa Inggris se- Kota Cirebon tentang arahan Kang Dedi Mulyadi, gubernur kita yang baru bahwa disaat pembelajaran di kelas kita dianjurkan untuk menggunakan bahasa ibu kita sendiri yakni Bahasa Kecirebonan Jeehhh minimal disaat pembukaan dalam pembelajaran. Saya kira ini juga salah satu bagian dari pengelolaan kelas, bagaimana kelas menjadi lebih menyala”, pungkasnya.
Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Cirebon, Noor Aeni, M.Pd, menyambut baik inisiatif mahasiswa PPG UGJ. Beliau menyampaikan bahwa workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini dalam menghadapi tantangan pembelajaran yang semakin dinamis. “Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa PPG UGJ dalam menyelenggarakan workshop yang sangat bermanfaat ini. Penggunaan teknologi seperti Classroom Screen dapat menjadi solusi efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih engaging dan terstruktur”, ujarnya.
Wildan Adrikal Amin Nabil, selaku Koordinator kegiatan menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi aktif dan respons positif dari para guru bahasa Inggris se-Kota Cirebon “Kami sangat senang dapat berbagi pengetahuan dan berkolaborasi dengan para guru hebat di Kota Cirebon. Kehadiran kami disini sebenaranya ibarat menggarami lautan. Lautan yang sudah asin masih kami garami kembali sehingga tidak ada efeknya. Ini menunjukkan bahwa hadirnya kami disini bukan untuk menggurui para bapak/ibu guru sekalian yang ilmunya sedalam lautan melainkan hanya sedikit berbagi ilmu yang kami miliki dengan tidak menghilangkan rasa hormat dan takdim kami kepada bapak/ibu sekalian. Semoga workshop ini dapat memberikan inspirasi dan referensi bagi Bapak/Ibu guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif”, tuturnya.
Kegiatan workshop ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa PPG Calon Guru UGJ dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan. Sinergi antara calon guru dengan para guru diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Kota Cirebon.(*)















