• Advertorial
    • Kontak Kami
    Selasa, Juni 9, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Kritik Keras Wacana Pemekaran Provinsi Cirebon: “Langkahi Realitas, Abaikan Ketimpangan di Akar”

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Juli 25, 2025
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KABUPATEN CIREBON
    0 0
    0
    Kritik Keras Wacana Pemekaran Provinsi Cirebon: “Langkahi Realitas, Abaikan Ketimpangan di Akar”
    0
    BERBAGI
    157
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

     

    Pelita News | Kabupaten Cirebon – Wacana pemekaran Provinsi Cirebon yang kembali dilontarkan oleh tokoh nasional Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.Sc. memicu perdebatan publik di kawasan Pantura Jawa Barat. Dalam pernyataannya, Rokhmin menyebut bahwa pemekaran provinsi merupakan kebutuhan strategis untuk mempercepat pembangunan wilayah serta pemerataan ekonomi. Namun, pernyataan ini justru menuai kritik tajam dari dari aktivis, R. Hamzaiya, S.Hum.

     

    R. Hamzaiya mengungkapkan bahwa dorongan terhadap pembentukan provinsi baru terlalu prematur dan berisiko besar mengalihkan perhatian publik dari persoalan paling krusial, yaitu ketimpangan pembangunan di tingkat kabupaten, khususnya di wilayah Cirebon Timur yang hingga kini belum tersentuh secara layak oleh kebijakan pusat daerah.

     

    “Apa gunanya kita bicara tentang provinsi baru jika jalan-jalan di desa-desa Cirebon Timur masih berlubang, RSUD belum layak, pendidikan tersendat, dan pelayanan publik macet? Itu bukan solusi, tapi pelarian,” ujar Hamzaiya lantang di hadapan peserta forum.

     

    Menurutnya, pemekaran provinsi tanpa penyelesaian struktural di tingkat kabupaten hanya akan memperbesar struktur birokrasi tanpa jaminan efisiensi dan pelayanan. Ia mencontohkan bagaimana perjuangan masyarakat Cirebon Timur untuk membentuk kabupaten sendiri sudah berlangsung lebih dari dua dekade, disertai naskah akademik, pemetaan wilayah, dan berbagai tahapan administratif. Namun hingga kini, belum juga memperoleh respon konkret dari pusat.

     

    “Cirebon Timur sudah punya dasar kuat: kajian sosial, dukungan masyarakat, dan bukti disparitas yang akut. Tapi justru yang melonjak adalah isu Provinsi Cirebon yang belum punya fondasi administratif sama sekali. Ini terbalik logikanya,” jelasnya, Jum’at (25/7/2025).

     

    Hamzaiya juga menyoroti pendekatan yang digunakan oleh sebagian tokoh elite, termasuk Rokhmin Dahuri, yang dianggap terlalu top-down dan elitis. Ia menilai bahwa narasi pemekaran provinsi kerap disampaikan dalam forum-forum nasional dan media massa, namun tidak disertai dengan dialog partisipatif bersama rakyat di tingkat akar rumput.

     

    “Narasi pemekaran ini seperti pembangunan menara gading—indah dari jauh, tapi rapuh di dasar. Kalau masyarakat akar hanya dijadikan objek politik dan bukan subjek perubahan, maka pemekaran itu hanya akan menjadi panggung elite, bukan solusi rakyat,” tambahnya.

     

    Dalam rilis pernyataannya, Hamzaiya menegaskan bahwa energi politik masyarakat jangan sampai tersedot oleh isu-isu besar yang belum tentu berdampak langsung. Baginya, memperjuangkan pemekaran kabupaten seperti Cirebon Timur adalah perjuangan konkret yang realistis dan sudah melalui proses panjang, dibanding proyek provinsi yang masih berupa wacana tanpa kajian teknokratis terbuka.

     

    Ia juga mengingatkan soal konsekuensi anggaran dan tumpang tindih administrasi apabila provinsi dibentuk tanpa kesiapan struktural.

     

    “Jangan hanya demi kebanggaan identitas, kita mengorbankan anggaran rakyat untuk membiayai gedung gubernur baru, lembaga baru, staf baru, sementara desa-desa kita masih kekurangan air bersih,” ujarnya serius.

     

    Lebih lanjut, Hamzaiya juga menyayangkan kurangnya perhatian terhadap substansi persoalan yang dihadapi warga, seperti penumpukan penduduk di desa-desa pesisir, urbanisasi tak terkendali, serta dominasi pembangunan yang hanya menyentuh wilayah inti.

     

    “Wacana provinsi sering kali dijual dengan bahasa besar: akselerasi, pemerataan, pembangunan strategis. Tapi pertanyaannya: siapa yang paling diuntungkan? Apakah warga di pinggiran Ciledug, Losari, atau justru para elite politik baru yang sudah antre kursi jabatan?” sindirnya.

     

    Sebagai penutup, Hamzaiya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terbawa arus popularitas wacana provinsi, dan kembali memperkuat fondasi gerakan dari bawah, terutama dengan mempercepat realisasi pemekaran kabupaten yang telah melalui proses konstitusional.

     

    “Jangan tertipu oleh glamornya peta politik. Kita harus bijak membaca prioritas. Kita belum butuh provinsi baru, kita butuh perhatian yang nyata bagi daerah yang selama ini ditinggalkan. Kalau ingin adil, mulailah dari memperkuat kabupaten-kabupaten yang terpinggirkan,” tutup Hamzaiya. @Ries

    Tags: CiayumajakuningKabupaten Cirebon
    Sebelumnya

    Siswa SMK Muhammadiyah Lemahabang Juara 1 SMK Skill Contest Yamaha 2025 Tingkat Nasional

    Berikutnya

    Pemekaran Provinsi Cirebon Raya Masih Prematur, Cirebon Timur Justru Mendesak!

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Pemekaran Provinsi Cirebon Raya Masih Prematur, Cirebon Timur Justru Mendesak!

    Pemekaran Provinsi Cirebon Raya Masih Prematur, Cirebon Timur Justru Mendesak!

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Mei 21, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Mei 21, 2026
    Camat Sedong Luncurkan Beasiswa Kuliah di Poltek SCI untuk Warga Wilayah 3 Cirebon, Potongan UKT Hingga 75%

    Camat Sedong Luncurkan Beasiswa Kuliah di Poltek SCI untuk Warga Wilayah 3 Cirebon, Potongan UKT Hingga 75%

    Mei 22, 2026
    Pipa Cisem II Resmi Beroperasi Penuh, Pemerintah Perkuat Integrasi Jaringan Gas Bumi Nasional

    Pipa Cisem II Resmi Beroperasi Penuh, Pemerintah Perkuat Integrasi Jaringan Gas Bumi Nasional

    Juni 8, 2026
    SMAN 1 Jamblang Rilis Tahapan SPMB Jabar 2026: Transparan, Objektif, dan Akuntabel

    SMAN 1 Jamblang Rilis Tahapan SPMB Jabar 2026: Transparan, Objektif, dan Akuntabel

    Juni 8, 2026
    Tingkatkan Patroli di Objek Wisata Pantai Untuk Keamanan Pengunjung

    Tingkatkan Patroli di Objek Wisata Pantai Untuk Keamanan Pengunjung

    Juni 8, 2026
    Beri Efek Jera, Polsek Patrol Tertibkan Pengguna Knalpot Brong 

    Beri Efek Jera, Polsek Patrol Tertibkan Pengguna Knalpot Brong 

    Juni 8, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

      SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SPMB Jabar 2026 SMAN 1 Waled Dibuka: Kuota 420 Siswa, Ini Timeline, Jalur & Syarat Lengkapnya

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Tersedia Kuota 420 Siswa, SPMB 2026 SMAN 1 Karangwareng Resmi Dibuka

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SPMB 2026 SMA Negeri 1 Beber Buka 10 Rombel: Kuota 420 Siswa, Ada Tambahan Kuota Domisili Kec. Greged

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Belum Ada Aktivitas Pekerja Dilokasi Jembatan Gantung, Oji: Kegiatan Tetap Berjalan di Workshop, Saat Ini Sedang Perakitan Kontruksi Jembatan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,425)
    • EKONOMI & BISNIS (312)
    • INDRAMAYU (5,280)
    • INFORMASI (563)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (5,967)
    • KESEHATAN (80)
    • KOTA CIREBON (1,045)
    • KUNINGAN (132)
    • MAJALENGKA (62)
    • NASIONAL (630)
    • OLAHRAGA (42)
    • PEMERINTAH DAERAH (723)
    • TEKNOLOGI (90)
    • Uncategorized (488)

    Berita Terbaru

    Pipa Cisem II Resmi Beroperasi Penuh, Pemerintah Perkuat Integrasi Jaringan Gas Bumi Nasional

    Pipa Cisem II Resmi Beroperasi Penuh, Pemerintah Perkuat Integrasi Jaringan Gas Bumi Nasional

    Juni 8, 2026
    SMAN 1 Jamblang Rilis Tahapan SPMB Jabar 2026: Transparan, Objektif, dan Akuntabel

    SMAN 1 Jamblang Rilis Tahapan SPMB Jabar 2026: Transparan, Objektif, dan Akuntabel

    Juni 8, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk