Pelita News | Indramayu.- Puluhan petani bersama PJ. Kuwu Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur kabupaten Indramayu datangi kantor kecamatan, hal ini terkait sulitnya membeli BBM pom bensin Minggu (21/05)
Kedatangan. Mereka di kantor kecamatan Kandanghaur terkait sulitnya membeli BBM di SPBU Karanganyar , oleh karenanya melalui Camat Kandanghaur Hatta Direja ,SPT . Agar pembelian BBM di SPBU karangsinom bisa dipermudah serta jangan ada pembatasan karena untuk kebutuhan petani tidak akan cukup dengan 10 liter BBM .
Salah satu oetaninyang dihubungi pelita news Adam (47) mengungkapkan, ini persoalan kebutuhan para petani dalam penggunaan BBM , sebab masyarakat petani desa Karanganyar dalam pengolahan sawah tersebut menggunakan sistem.pompanisasi, sehingga jika pemerintah hanya memberi jatah 10 liter BBM , maka dipastikan pekerjaan tersebut akan terbengkalai, ” mana cukup 10 liter BBM untuk lahan sawah seluas 1 ha, “ujar Adam
Selama ini masyarakat sudah nurut atas tata cara pembelian BBM di SPBU , yakni dengan dapat ijin dari Kuwu yang diketahui Camat serta dari pihak kepolisian sepatu dan pihak balai penyuluh pertanian (BPP) , namun hal itu hanya dapat jatah pembelian 10 liter, sedangkan kebutuhan para petani dalam menggarap sawah yang luasnya satu hektar, kebutuhan BBM tersebut minimal 20 liter , dengan demikian para petani merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah.
” padahal kami sering menjumpai dibeberapa SPBU banyak pbelib menggunakan dirigen bahkan sampai satu mobil pic up , bedanya apa” ujar dia lagi
Hal serupa disampaikan oleh Bulan (50) surat ijin pbelian BBM tersebut hanya berlaku selama satu bulan , sedangkan petani yang mendapat surat ijin dimaksud penggunaannya tidak setiap hari akan tetapi melihat kondisi air disawah , jika air disawah sudah kering maka harus menjalankan pompanisasi.
Harapannya kepada pemerintah maupun pihak SPBU jangan mempersulit petani dalam menjalankan ushanya ” kami berharap pihak SPBU atau pemerintah tidak segera mengatasi persoalan kebutuhan petani terkait BBM maka dipastikan perekonomian para petani terancam bangkrut” ujar bulan
Bahkan terasa aneh yang dialami oleh purn TNI mayor Tomo ketika sedangkan penyedotan air disawah tiba tiba BBM habis , sehingga kau tidak harus membeli BBM di SPBU , ketika nyampai di SPBU justru ditolak , konon mesin penyedot air suruh di bawah .'” menurut saya , inikan hal yang konyol dan tidak masuk akal ” pungkas Bulan
Sementara Camat Hatta Dirija bersama anggota DPRD Hj. Uun Rohena ,SPd setelah didatangi para petani terkait sulitnya pbelian BBM , pemerintah kecamatan akan membantu masyarakat petani yang kekurangan BBM untuk keperluan pertanian . (Furqon)















