Pilita News, Cirebon
Kamis, 5 September 2024.
Untuk menjamin kondusifitas Lembaga pemasyarakatan yang tentram aman dan nyaman, para petugas Lapas harus memiliki etos kerja dan berintegritas. Seperti halnya yang dilakukan
oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Cirebon Ramdani Boy.
Ramdani Boy, Bc.IP., S.Sos., M.Si. adalah Pria kelahiran Lubuk Alung, 5 September 1968 tersebut adalah sosok yang paling dikenal dilingkungan lapas karena memiliki jiwa yang teguh penuh dedikasi, sehingga patut dijadikan
teladan dan inspirasi bagi jajaran pegawai Lembaga pemasyarakatan (Lapas) maupun masyarakat luas, Karena memiliki segudang Prestasi. Disisi lain Ramdani Boy juga telah menunjukan kemampuan yang luar biasa sebagai Kalapas selama 11 bulan dimasa kepemimpinannya. Bahkan Pria
Lulusan Akademi Ilmu Pemasyarakatan angkatan ke-24 tersebut tidak berhenti pada pendidikan formal saja, “Ia juga telah menempuh studi di Universitas Tadulako, jurusan Administrasi Negara, dan melanjutkanya yang lebih tinggi yaitu pendidikan di Universitas Indonesia, jurusan Psikologi.
Melalui Kombinasi pendidikanya Ramdani Boy mampu memperkuat kemampuannya dalam memahami dinamika kepemimpinan dan perilaku manusia, yang terbukti sangat bermanfaat dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan.
Dijelaskan Deni selaku Humas Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, di bawah komando Ramdani Boy, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon mengubah wajah dengan berbagai pembangunan penting. Dan tak ayal, ia dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan”. Terbukti
berdirinya beberapa gedung baru telah berdiri dengan megah diantaranya seperti, mulai dari lapangan tenis hingga renovasi aula utama, dapur, dan poliklinik. Setiap sudut lapas kini telah tergambar mencerminkan semangat perubahan yang kiyan menyala.
Bahkan menurut Deni, prestasi Ramdani Boy tak hanya berfokus pada aspek fisik saja, Tekadnya memajukan pemasyarakatan akan terus diwujudkan melalui upaya deteksi dini melalui pemberantasan narkoba, dan akan bekerja sama dengan aparat Penegak Hukum (APH) setempat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lapas serta meminimalisir gangguan kamtibmas.
Sebagai seorang visioner, Ramdani Boy tidak henti-hentinya mencetuskan inovasi. Ia merombak sistem pembinaan kemandirian, menciptakan alur satu pintu yang lebih efisien dan tepat sasaran, memungkinkan warga binaan untuk mendapatkan pelatihan dan pembinaan yang jelas hasilnya, baik untuk masa depan mereka maupun untuk keberhasilan program rehabilitasi.
Lebih lanjut dituturkan Deni, di bawah kepemimpinannya, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon berhasil mempertahankan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), menjadi lapas percontohan dalam layanan rehabilitasi narkotika, layanan kesehatan, serta layanan disabilitas se-Indonesia. Gelar-gelar tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bukti konkrit dari dedikasi dan kepemimpinan seorang Ramdani Boy.
Pria kelahiran Padang Pariaman adalah sosok yang tak kenal lelah, “karena melalui tangannya, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon berubah menjadi institusi yang bukan hanya mengutamakan keamanan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan pendekatan kepemimpinan yang bijaksana dan penuh empati, Ramdani Boy adalah contoh nyata bagaimana seorang pemimpin mampu mengubah institusi dari dalam, membawa kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Diusia yang ke-56 Tahun, kini Ramdani Boy dijuluki “Bapak Pembangunan” dan pelopor pemasyarakatan modern, akan terus dikenang sebagai sosok panutan, yang dengan rendah hati melangkah menuju masa depan gemilang, “jelasnya. (Red-HR)















