Indramayu, PN
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu melakukan sosialisasi Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2022. Sosialisasi yang diikuti kader pemberdayaan masyarakat dari masing-masing desa di Kabupaten Indramayu ini dilaksanakan di Aula Nyi Endang Dharma Ayu Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu, Kamis (10/11/2022).
Sekretaris DPMD Kabupaten Indramayu, Tati Rachmawati mengatakan tujuan dilaksanakannya sosialisasi BBGRM untuk memberikan pemahaman kepada kader pemberdayaan masyarakat desa agar lebih memahami bagaimana bergotong royong.
Tati Rachmawati berharap, kader pemberdayaan masyarakat desa bisa mensosialisasikan BBGRM kepada masyarakat dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya yang ada di desa agar semangat bergotong royong di masyarakat tidak luntur. Apalagi untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada di desa.
“Manusia sebagai mahluk sosial tentu tidak bisa bekerja sendiri namun harus bekejasama dengan yang lain. Intinya, kita mencaoba menghidupkan kembali budaya gotong royong,” kata dia disela-sela sosialsiasi.
Wanita yang akrab disapa Tati ini mengatakan, untuk BBGRM saat ini fokus kepada pengelolaan sampah. Oleh karenanya untuk memaksimalkan sosialisasi tersebut pihaknya mengundang pemateri dari Bappeda Litbang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Pemateri dari Bappeda Litbang sambungnya membahas terkiat bagaimana perencanaan desa dalam mengolah sampah. Kemudian pemateri dari DLH, membahas tehnik pengelolaan persampahan baik sampah rumah tangga, restoran atau pasar dan sampah lainnya yang ada di desa.
Menurutnya, selama ini sampah masih menjadi momok yang sangat memprihatinkan karena di desa-desa belum optimal mengelola sampah. Oleh karena itu kami memberikan sebuah pemahaman/edukasi kepada kader pemberdayaan masyarakat desa agar memahami bagaimana mengelola sampah sehingga sampah-sampah yang ada di desa bisa dikelola dan bisa bermanfaat karena sampah itu memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berarti dalam hal ini bagaiman sampah dikelola untuk bisa menghasilkan maggot/belatung.
“Sampah dikelola secara optimal bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sampahnya bersih dan masyarakatnya bisa dapat duit,” kata Tati.
Dengan adanya kegiatan ini tambahnya kader pemberdayaan masyarakat desa bisa bekerjasama dengan TP PKK, LPM, lembaga desa, Posyandu untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Pemerintah Desa harus menganggarkan dalam APBDes untuk pengolohan sampah. Dari kabupaten sudah memfasilitasi seperti pembuatan bak sampah, TPS 3R yang dikelola/dikerjakan DLH,” tambahnya. (saprorudin)















