Pelita News I Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu memberikan pelatihan kepada warga binaan perempuan. Pelatihan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Kali ini, sebanyak 17 warga binaan perempuan mendapatkan pelatihan kerajinan tas rajut. Mereka dibekali keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana berakhir.
Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama antara Lapas Indramayu dengan CV. Iswelaa Rajut, yang menghadirkan instruktur profesional dan berkompeten dalam bidang kerajinan rajut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian Lapas Indramayu serta bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden. Secara khusus, kegiatan ini juga sejalan dengan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk unggulan berdaya saing UMKM.
Kepala Lapas Indramayu, Fery Berthoni menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi para peserta, baik selama masa pembinaan maupun setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Dengan keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mampu membangun usaha mandiri dan berkontribusi positif dalam kehidupan sosial dan ekonomi,” harap Berthoni.
Melalui program ini, Lapas Indramayu terus membuktikan peran aktifnya dalam mencetak warga binaan yang lebih siap, terampil, dan mandiri menghadapi kehidupan di luar tembok pemasyarakatan. @safaro















