Pelita News, Indramayu – Program Perempuan Berdikari (Pe-ri) merupakan sala satu Program Unggulan Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H.,M.H.,C.R.A. dan sejak diluncurkan pada Tahun 2021 telah banyak membantu para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menciptakan peluang kerja secara mandiri dan muaranya dapat membantu kesejahteraan keluarganya.
Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H.,M.H.,C.R.A melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Erpin Marpinda, S.Sos., S.H.,M.H mengatakan sejak program Peri diluncurkan sejak 2021 – 2023 pihaknya sudah melaksanakan pelatihan bagi purna PMI di 81 desa di 31 kecamatan yang ada di Kota Mangga Indramayu dengan peserta di masing-masing desa sebanyak 20 orang, total peserta sebanyak 1.620 orang.
Adapun untuk 2023, kata dia, program Peri sudah dilaksanakan sejak tanggal 10 Agustus – 03 Oktober 2023. Program itu sedang dan akan menyasar di 32 desa. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 2 hari. Satu hari penyampaian materi/teori dan hari kedua praktik kerja.
Dikatakan, hingga saat ini pihaknya baru melaksanakan pelatihan di 22 desa dari target 32 desa di 31 kecamatan di Indramayu. Peserta setiap desa berjumlah 20 orang. Mereka sambungnya dibagi menjadi 4 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Sementara jenis pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kearifan/keunggulan desa setempat, seperti bolu kukus, bolu mangga, jus mangga, tata rias, kue bolen dan lainnya.
“Dengan program tersebut kami memberikan pelatihan kewirausahaan bagi purna PMI, mencegah purna PMI berangkat lagi keluar negeri. Intinya, dengan pelatihan itu kami berharap para purna PMI bisa menciptakan lapangan kerja di daerah sekitar dan bisa mengatur masalah penghasilan dan imbasnya untuk kesejahteraan keluarganya,” kata Erpin di Disnaker Indramayu, Rabu (13/9/2023).
Kemudian lanjutnya, untuk memantapkan pelatihan dimaksud pihaknya menggandeng para nara sumber berkompeten dibidangnya seperti Rumah Baca Indramayu Bermartabat (RBIB), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), PNM, Bank BJB, Kejaksaan Negeri, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) dan nara sumber lainnya.
Dalam pelaksanaannya kata Erpin, nara sumber dari RBIB yang merupakan perkumpulan para purna PMI yang sudah mandiri dan sukses di desanya memberikan motivasi, atau sebagai motivator untuk berbagi ilmu yang dialami sendiri. PNM (Permodalan Nasional Madani) dan Bank BJB menyampaikan permodalan dan literasi keuangan dan memberikan bantuan permodalan dalam bentuk Kredit Usaha Warung Kecil (Kruw-Cil) per kelompok sebesar Rp500 ribu hingga hingga Rp.5 juta tanpa agunan.
“Kejaksaan Negeri Indramayu menyampaikan paparan terkait dengan perlindungan PMI baik sebelum/setelah pelaksanaan dan Diskopdagin terkait perizinan seperti NIB, PIRT termasuk pakcing, sertifikasi halal,” ucap Erpin didampingi PPTK program Pe-ri, H. Durnani, SE.,MM.
Ia tidak menampik respon masyarakat untuk mengikuti pelatihan tersebut sangat tinggi, terbukti dari 20 peserta yang dibutuhkan sesuai program yang datang bahkan melebihi kuota, ada yang 29 orang, 35 orang bahkan sampai 45 peserta.
“Peserta pelatihan selain diberi bantuan modal melalui PNM dan Bank BJB juga ada praktik kerja dan bantuan peralatan komplit dari ibu Bupati Hj. Nina Agustina, S.H.,M.H.,C.R.A. Misal, kelompok bolu kukus akan mendapatkan seperangkat alat membuat bolu kukus termasuk kelompok tata rias akan mendapatkan bantuan seperangkat alat rias mulai dari meja rias, dan pernak-pernik lainnya. Ini sangat luar biasa,” pungkasnya. (saprorudin)















