
Kabupaten Tegal Pelita News
Pagi yang cerah pada Selasa, 21 April 2026, menjadi saksi semaraknya peringatan Hari Kartini di SMA Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal. Tepat pukul 08.30 WIB, seluruh civitas akademika berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti upacara bendera yang berlangsung dengan penuh khidmat dan makna. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala SMA Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal Abdul Azid, M.Pd.
Dalam suasana yang sarat nilai perjuangan Abdul Azid,M.Pd, menyampaikan peringatan yang dilaksanakan disetiap tahunnya bukan hanya sekedar seremoni, namun disetiap 21 April Hari Kartini dijadikan momentum refleksi kebangkitan sekaligus semangat perempuan dalam memperjuangkan peran serta wanita yang turut berkontribusi terhadap kebebasan wanita.
“hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi. Sosok R.A. Kartini dihadirkan kembali melalui semangat emansipasi, khususnya dalam bidang pendidikan,”ucapnya.
Iya juga melanjutkan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk generasi masa depan. Hal ini terasa sangat relevan dengan kondisi SMA Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal, di mana seluruh tenaga pendidiknya adalah perempuan.
“mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik yang menanamkan nilai, karakter, dan kepedulian kepada lingkungan,”tambahnya.
Namun, yang menjadi sorotan utama dalam upacara tersebut Abdul Azid M.Pd menekanan program Adiwiyata di SMA Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal dengan mengaitkan perjuangan Kartini dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“semangat Kartini masa kini tidak hanya diwujudkan dalam kesetaraan pendidikan, tetapi juga dalam aksi nyata menjaga bumi,”katanya.
Selain itu Abdul Azid,M.Pd memaparkan bahwa sekolah Adiwiyata bukan sekadar label, melainkan gerakan bersama yang mengedepankan kesadaran lingkungan. Di SMA Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal, yang mana nilai-nilai Adiwiyata telah menjadi bagian dari budaya sekolah. “mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan barang bekas, penghijauan lingkungan, hingga penggunaan eco enzyme sebagai pupuk organik—semuanya menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kelestarian alam,”paparnya.
Pada momentum Hari Kartini tahun 2026 Abdul Azid menerangkan peran perempuan dalam program sekolah Adiwiyata sangat dominan. Terlihat peran guru perempuan tidak hanya menjadi penggerak, tetapi juga teladan bagi siswa yang terus memberikan membimbing dan pengarahan, sekaligus menjadi inspirasi peserta didik untuk mencintai lingkungan sejak dini.
“semangat Kartini seakan hidup dalam setiap langkah mereka—mengajar dengan hati, mendidik dengan aksi,”terangnya.
Abdul Azid, M.Pd mengungkapkan bahwa untuk upacara Hari Kartini kali ini terasa berbeda dengan sebelumnya, terlihat kemeriahan yang ada tidak hanya menampilkan nilai historis, tetapi juga menghadirkan relevansi yang kuat dengan isu masa kini.
“kampanye Adiwiyata yang disampaikan dalam amanat upacara menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkannya,”ungkapnya.
Melalui peringatan ini, SMA Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak pernah padam. Ia terus hidup dalam bentuk yang lebih luas tidak hanya memperjuangkan hak perempuan, tetapi juga memperjuangkan kelestarian bumi. Di tangan para perempuan hebat, pendidikan dan lingkungan berjalan beriringan, menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan peduli.
“hari Kartini tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar peringatan. Ia menjadi titik temu antara sejarah, pendidikan, dan lingkungan. Sebuah bukti bahwa ketika semangat perempuan dan kepedulian terhadap alam bersatu, maka masa depan yang lebih baik bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah keniscayaan,”pungkasnya.(*)














