• Advertorial
    • Kontak Kami
    Kamis, Juni 18, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Cetak dan Pampangkan Baliho Tanpa Laporan, Hery Suyatno Sebut Nilai PADes Desa Geyongan Diduga Belum Sah

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Juli 16, 2022
    dalam CIAYUMAJAKUNING, INFORMASI, KABUPATEN CIREBON, NASIONAL, PEMERINTAH DAERAH
    0 0
    0
    Cetak dan Pampangkan Baliho Tanpa Laporan, Hery Suyatno Sebut Nilai PADes Desa Geyongan Diduga Belum Sah
    0
    BERBAGI
    437
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    Kabupaten Cirebon, PN

    Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Geyongan Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon dari hasil sewa Tanah Tegal Pangonan dan Tanah Titisara yang diduga terus mengalami penurunan pendapatan di setiap tahunnya, hal itu telah dijawab Hery Suyatno Kuwu Desa Geyongan. Terlebih telah terpampangnya baliho Informasi Sumber dana dan Pendapatan keuangan Desa Geyongan yang diduga kuat tak diakui keabsahannya oleh Kuwu Desa Geyongan sendiri terkait adanya nominal sumber pendapatan dari PADes.

    Hery Suyatno jum’at (15/07) mengatakan, adanya penurunan PADes Desa Geyongan dikarenakan terdapat beberapa faktor yang berdampak pada pendapatan desa, sehingga pendapatan Desa Geyongan tidak sebesar tahun sebelumnya, pasalnya pendapatan Desa Geyongan hanya bersumber dari Titisara.

    “penurunan PADes karena ada beberapa faktor alih fungsi lahan titisara, pendapatan desa dari Titisara yang merupakan sumber PAD Desa Geyongan,”katanya.

    Masih Kuwu Nono sapaan akrab Hery Suyatno, Dia menyebutkan beberapa lahan titisara yang sudah beralih fungsi baik untuk fasilitas umum, maupun untuk destinasi wisata sehingga berdampak pada pendapatan desa.

    “alih fungsi untuk fasilitas jalan lingkar selatan, adanya program destinasi wisata yang memerlukan sejumlah lahan, terus ada dua TPS yang tentunya semua menggunakan lahan titisara,” sebutnya.

    Diduga Nono berdalih, sebelumnya Dia telah memerintahkan perangkat desanya untuk melakukan inventarisasi aset desa sebelum mempublikasikan nilai PADes Desa Geyongan di baliho desa, dan dia juga mengaku telah menagih hasil dari perintah kerjanya kepada perangkatnya yang telah mendapatkan tugas saat itu darinya, selain itu juga untuk nilai PADes Desa Geyongan Nono terang-terangan mengakui belum mendapatkan angka pasti dari hasil pendapatan desa untuk tahun anggaran 2022.

    “untuk alih fungsi lahan keseluruhan, saya baru saja menagih intruksi saya, untuk menginventarisir, mulai mengukur lahan yang digunakan, hingga tadi malam Saya menagih, belum mendapat angka pastinya,”Ujar Nono.

    Dia menambahkan, untuk waktu penyelesaian tugas yang diberikan kepada perangkatnya untuk menginventarisasi hal yang dimaksudnya, Nono sampaikan batas waktu perintahnya dalam waktu dekat ini dipastikannya telah rampung dan Dia berjanji akan mempublikasikannya hasil dari inventarisasi aset itu secara luas.

    “deadline dalam minggu ini, jumlah keseluruhan titisara saya juga tidak paham, nanti setelah inventarisir saya umumkan,”tambahnya.

    Diduga hal yang sangat janggal atas pernyataan Hery Suyatno Kuwu Desa Geyongan, ketika ditanyakan terkait nominal PADes yang sudah tercantum pada baliho tersebut, diduga kuat Hery Suyatno mencari titik aman dengan menyampaikan ketidak tahuannya, terkait adanya nominal yang sudah tercantum di baliho desa, dengan menyampaikan bahwa pemasangan dan publikasi nilai PADes Desa Geyongan yang diduga dilakukan oleh perangkatnya tanpa adanya penyampaian terlebih dahulu kepadanya.

    “masih dalam proses pengerjaan penghitungan yang belum tuntas, karena masih menunggu inventarisasi, dan untuk angka yang sudah terpampang di baliho terus terang, terjadi subkordinasi, dimana materi itu saya sendiri belum mendapatkan laporan, lalu mencetak baliho dan menaikkan baliho tanpa laporan dulu ke saya,”ujarnya.

    Disampaikannya seluruh pendapatan desa yang bersumber dari beberapa sumber keuangan telah dilakukan Musyawarah Desa (Musdes), akan tetapi Nono ucapkan, terdapat satu sumber pendapatan yakni dari PADes yang pihaknya belum sahkan melalui Musdes, dan dirinya juga berucap angka PADes akan naik atau tidaknya setelah proses inventarisasi aset desa tersebut selesai dilaporkan kepadanya.

    “khusus PADes belum di sahkan melalui Musdes, karena pekerjaan yang saya perintahkan awal tadi untuk menginventarisasi belum juga tuntas, dan untuk yang lain-lain telah di musdeskan, angka PADes 2022 akan di naikan setelah berproses,”ungkapnya.

    Mengenai hal yang telah di sampaikan Sekretaris Desa Geyongan Muhammad Helmi yang saat itu bersama Ketua BPD Geyongan Yoyon Supriyanto beberapa waktu lalu, yang mengatakan bahwa terdapat tanah Titisara yang ditanami Timun Suri saat itu, dan warga bisa menikmati hasilnya (buahnya.red), berbeda dengan apa yang ditegaskan Nono, menurutnya hasil yang didapat dari cocok tanam dilahan titisara tidak dibagi-bagikan untuk warganya, melainkan hasil tersebut akan diuangkan untuk memberikan PADes, dan kembali disampaikannya untuk jumlah PADes yang dihasilkan belum bisa dibeberkannya dengan alasan belum melakukan inventarisasi.

    “titisara yang tidak laku, kami selaku Kuwu Geyongan memperjuangkan untuk bagaimana cara bisa menghasilkan PADes, dan hasil yang didapat dari tanah yang tidak laku bukan dibagi-bagikan ke masyarakat akan tetapi diuangkan untuk PADes. Untuk angkanya nanti belum diinventarisasikan,”kata Nono.

    Mengenai lelang tanah titisara dan tanah Tegal Pangonan ditahun pertama saat dirinya menjabat sebagai Kuwu Desa Geyongan, lelang saat itu dilakukan secara terbuka, akan tetapi diakuinya banyak titik tanah titisara yang tak diminati, sehingga Dia lakukan cara untuk bagaimana mendapatkan pendapatan desa saat itu.

    “lelang terbuka kita lakukan di tahun 2020, lalu terdapat beberapa titik yang tidak diminati, waktu terus berjalan dan kita tetap tawarkan, setelah maksimal kita terus tawarkan tidak ada yang minat, pada akhirnya kita tangani dengan tujuan desa tetap berpendapatan dari lahan itu,”paparnya.

    Kembali ditanyakan kepada Nono, terkait adanya dugaan tidak ada lelang tanah titisara maupun tanah Tegal Pangonan milik Desa Geyongan ditahun garap 2022, Nono berpendapat tidak adanya lelang terbuka karena adanya faktor kurang lakunya beberapa titik tanah titisara ditahun garap 2021, sehingga untuk tahun garap 2022 Nono berasumsi bahwa lelang tetap terjadi, akan tetapi untuk lelang saat itu dilakukan lelang tertutup.

    “berpengalaman dari tahun satu, adanya lahan-lahan yang tidak diminati oleh masyarakat dilahan tertentu yang jumlahnya cukup lumayan, karena PADes bersumber dari Titisara, dan kita mencoba lelang tertutup, karena lelang tertutup mekanismenya berbeda dengan lelang terbuka, dan terjadi juga hal yang sama dengan tahun pertama,”katanya.

    Masih terkait tanah Tegal Pangonan milik Desa Geyongan, yang diduga kuat mekanisme penyewaannya melalui salah satu tangan perangkat Desa Geyongan dan diduga tanpa melalui proses lelang terlebih dahulu, akan tetapi Nono berdalih pihaknya meminta bantuan untuk memasarkan penyewaan tanah tersebut kepada perangkat Desanya, pasalnya menurut Nono tanah Tegal Pangonan dinilai memiliki titik yang sulit untuk disewa-sewakan.

    “titik titik itu, titik yang sulit dipasarkan, saya meminta bantuan untuk menawarkan atau memasarkan untuk sewa-menyewanya,”bantahnya.

    Hery Suyatno Kuwu Desa Geyongan kembali tegaskan, pihaknya akan menuntaskan inventarisasi tanah aset desa dalam waktu dekat dan untuk PADes Desa Geyongan diduga secara bimbang disampaikannya nilai PADes bisa tetap seperti tahun sebelumnya bahkan bisa mengalami penurunan.

    “tuntas dalam minggu ini, insya Allah kita siap mempublikasikan, mungkin ada penurunan, mungkin juga stagnan seperti di tahun-tahun sebelumnya,”(Sur)

    Tags: CiayumajakuningInformasiKabupaten CirebonPemerintah Daerah
    Sebelumnya

    Polresta Cirebon Amankan 17 Tersangka Hasil Pengungkapan Berbagai Kasus Tindak Pidana

    Berikutnya

    Tumpukan Sampah Di Pinggir Jalan Sarajaya Desa Sigong Hari Ini Di Angkut

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Tumpukan Sampah Di Pinggir Jalan Sarajaya Desa Sigong Hari Ini Di Angkut

    Tumpukan Sampah Di Pinggir Jalan Sarajaya Desa Sigong Hari Ini Di Angkut

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Mei 21, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    Juni 8, 2026
    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Mei 21, 2026
    Masuk 6 Besar, TP PKK Desa Sigong Adu Program di Pendopo Bupati Cirebon Menuju Tingkat Jabar

    Masuk 6 Besar, TP PKK Desa Sigong Adu Program di Pendopo Bupati Cirebon Menuju Tingkat Jabar

    Juni 17, 2026
    Program ASRI Hadir di Kabupaten Cirebon, Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebun Gizi dan Sumber Penghasilan

    Program ASRI Hadir di Kabupaten Cirebon, Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebun Gizi dan Sumber Penghasilan

    Juni 17, 2026
    Dana Bumdes Desa Kedawung Tahun 2025 Disoal, Bumdes dan TPK Diduga Alamin Kerugian 

    Dana Bumdes Desa Kedawung Tahun 2025 Disoal, Bumdes dan TPK Diduga Alamin Kerugian 

    Juni 17, 2026
    HUT PWP 2026, PWP Kilang Balongan Salurkan Ribuan Paket Sembako 

    HUT PWP 2026, PWP Kilang Balongan Salurkan Ribuan Paket Sembako 

    Juni 17, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Masuk 6 Besar, TP PKK Desa Sigong Adu Program di Pendopo Bupati Cirebon Menuju Tingkat Jabar

      Masuk 6 Besar, TP PKK Desa Sigong Adu Program di Pendopo Bupati Cirebon Menuju Tingkat Jabar

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Tumpang ‘Pacul’ Tanah Bengkok, Perangkat Desa Tugu Gerudug Kantor Kecamatan Sliyeg

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Jamaah Haji Indramayu Dilaporkan Meninggal di Pesawat dalam Perjalanan Pulang

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Dana Bumdes Desa Kedawung Tahun 2025 Disoal, Bumdes dan TPK Diduga Alamin Kerugian 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,475)
    • EKONOMI & BISNIS (314)
    • INDRAMAYU (5,297)
    • INFORMASI (564)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (6,001)
    • KESEHATAN (84)
    • KOTA CIREBON (1,048)
    • KUNINGAN (132)
    • MAJALENGKA (62)
    • NASIONAL (631)
    • OLAHRAGA (43)
    • PEMERINTAH DAERAH (731)
    • TEKNOLOGI (90)
    • Uncategorized (524)

    Berita Terbaru

    Masuk 6 Besar, TP PKK Desa Sigong Adu Program di Pendopo Bupati Cirebon Menuju Tingkat Jabar

    Masuk 6 Besar, TP PKK Desa Sigong Adu Program di Pendopo Bupati Cirebon Menuju Tingkat Jabar

    Juni 17, 2026
    Program ASRI Hadir di Kabupaten Cirebon, Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebun Gizi dan Sumber Penghasilan

    Program ASRI Hadir di Kabupaten Cirebon, Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebun Gizi dan Sumber Penghasilan

    Juni 17, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk