Pelita News | Cirebon, – Upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api terus dilakukan PT KAI Daop 3 Cirebon. Salah satunya dengan bertindak cepat atas insiden pelemparan terhadap KA Brawijaya (KA 37) relasi Malang–Gambir yang terjadi di jalur antara Stasiun Waruduwur dan Cirebonprujakan pada Juli ini.
Pelaku pelemparan berhasil diamankan pada Selasa (29/7). Ternyata, pelakunya adalah seorang anak laki-laki yang diduga mengalami keterbelakangan mental. Ia tertangkap ketika tengah mencoba melakukan aksi serupa terhadap kereta yang sedang melintas.
“Petugas melakukan pengawasan intensif di lokasi kejadian. Saat mendapati seorang anak yang kembali mencoba melempar kereta, petugas segera mengamankannya. Setelah dimintai keterangan, anak tersebut mengakui bahwa dialah pelaku pelemparan KA Brawijaya sebelumnya,” ujar Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin.
Tak hanya mengamankan pelaku, KAI juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan pendekatan secara persuasif. Anak tersebut kemudian dibina secara langsung dengan disaksikan kedua orang tuanya.
“Orang tua pelaku telah membuat surat pernyataan yang menyatakan permintaan maaf dan janji untuk terus mengawasi anaknya agar tidak bermain di area rel kereta,” tambah Muhibbuddin.
Meski pelaku masih anak-anak, KAI tetap menegaskan bahwa tindakan pelemparan terhadap kereta api bukan hal sepele. Selain membahayakan penumpang, perbuatan ini juga bisa mengganggu operasional dan berisiko menimbulkan kecelakaan serius.
KAI mengingatkan bahwa aksi semacam ini memiliki konsekuensi hukum yang berat. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta KUHP Bab VII, pelaku vandalisme terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian bisa dijerat dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar jalur rel, untuk turut menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Edukasi kepada anak-anak sangat penting, agar mereka tidak terlibat dalam aksi-aksi berbahaya seperti ini,” tutup Muhibbuddin. @Bams















