Pelita News, Cirebon Timur
Pasca dilanda kemarau panjang dan kekeringan sejak pertengahan 2023 lalu, kini Setu Sedong, Kabupaten Cirebon mulai nampak kembali terisi air ditengah tibanya musim hujan. Meski kondisinya belum terisi air secara penuh, namun pemandangan hijau dan suasana sejuk mulai terasa kembali dikawasan destinasi wisata lokal tersebut. Dengan luas 76 ha, Setu Sedong sendiri pasalnya dapat mengairi kebutuhan pertanian di lima kecamatan yang berada di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Praktis, dengan kondisi kemarau ekstrim yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan di Setu Sedong berdampak pada sejumlah kawasan pertanian di lima kecamatan. Bahkan hingga terjadi krisis air bersih di empat desa di sekitar Setu Sedong, yakni Desa Sedong Kidul, Desa Karangwuni, Desa Windujaya dan Desa Winduhaji.

Setu Sedong yang berada di wilayah tiga desa di Kecamatan Sedong, yakni Desa Sedonglor, Desa Karangwuni dan Desa Panongan memiliki sejarah yang cukup panjang. Tempat ini dulunya bernama Situ Pengasinan yang dibangun pada zaman Kolonial Belanda dan selesai pada tahun 1918. Tujuan dari pembangunan situ tersebut awalnya digunakan untuk pengairan perkebunan tebu milik Pabrik Gula Sindanglaut. Situ Pengasinan atau sekarang lebih dikenal dengan nama Setu Sedong pun pasalnya mulai dialiri sekitar tahun 1921. Lambat laun fungsinya bertambah menjadi sumber pengairan pertanian yang ada di sekitar Situ. Dan kini Setu Sedong bukan hanya berfungsi untuk pengairan saja, namun juga dijadikan sebagai destinasi wisata maupun lokasi kegiatan memancing warga masyarakat luas.
Dikesempatan tibanya musim hujan dan mulai terisinya air meski belum secara maksimal, Camat Sedong, Suparman, S.Sos, ST, M.M bersama Pemuda Pancasila PAC Sedong secara kompak menabur 1000 benih ikan nila di Setu Sedong pada Kamis, (11/1) kemarin. Kegiatan positif tersebut tentunya sebagai bentuk kepedulian dan upaya pelestarian Alam Waduk Setu Sedong yang merupakan ikon wisata di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Seperti yang diungkapkan Ketua Pemuda Pancasila PAC Sedong, Dede Suryatna, Setu Sedong berada di ketinggian sekitar 300 mdpl sehingga udara yang dirasakan cukup sejuk dan menyegarkan, ditambah lagi panorama alam yang tersaji masih sangat alami. Untuk kedalaman Setu Sedong sendiri mencapai 5 meter hingga 7 meter dengan luas yang mencapai 76 hektar. “Alhamdulillah 1000 Benih ikan nila yang ditebar hari ini bersama pak camat agar nantinya dapat dimanfaatkan warga masyarakat sekitar dan masyarakat umum. Selain itu juga sebagai sarana rekreasi dan lokasi mancing mania. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan para donatur yang telah berdonasi menabur benih ikan di Setu Sedong,“ tuturnya. (Ries)















