Pelita News I Indramayu – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi (PBK) program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, setelah pada tahun sebelumnya dihentikan sementara karena efisiensi anggaran.
Pada tahun anggaran (TA) 2026, BLK mendapatkan kuota program pelatihan sebanyak tujuh paket sumber dana APBN yang terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama telah dibuka pada tanggal 1 April, meliputi 1. Pelatihan Palte Welder SMAW 3G UP/PF, 2. Pelatihan Operator Forklift, 3. Pelatihan Teknisi AC Residential, dan 4. Pelatihan Digital Marketing and Strategy Specialist.
Sementara untuk tahap kedua sesuai rencana dibuka pada bulan Juni meliputi Pelatihan Menjahit Pakaian sesuai style, fillet Welder FCAW 2F dan Pelatihan Membuat Kue.
“Kami kembali membuka PBK kepada masyarakat Indramayu, pelatihan telah dibuka pada tanggal 1 April 2026,” kata Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Endang Ismiati, S.STP., M.Si., melalui Kepala UPTD BLK Disnaker Indramayu, Sukirman.
Pelatihan tahap pertama, kata dia, diikuti 64 peserta dan tersebar di empat kelas/kejuruan dan masing-masing kelas sebanyak 16 peserta. Mereka (peserta) akan mengikuti pelatihan sesuai JP yang telah ditetapkan.
Menurutnya, karena JP tiap-tiap kejuruan berbeda-beda maka lama waktu belajarnya berbeda pula. Contohnya, Pelatihan Palte Welder SMAW 3G UP/PF, durasinya 340 JP, akan berakhir pada tanggal 21 Mei 2026. Pelatihan Operator Forklift, 280 JP, selesai tanggal 12 Mei 2026, Pelatihan Teknisi AC Residential, durasinya 260 JP, akan berakhir pada 8 Mei dan Pelatihan Digital Marketing and Strategy Specialist, selama 180 JP dan rampung pada 27 April 2026.
Meski lama belajar berbeda namun durasi belajar setiap hari sama yakni 10 JP. Mereka kata dia disipkan agar dapat bersaing di pasar kerja nasional, regional maupun global.
“Dengan dilaksanakannya PBK ini, diharapkan bisa menjadi bekal untuk bersaing di pasar kerja maupun untuk berwirausaha. Hal lainya, bisa menimbulkan efek positif bagi kualitas SDM di Kota Mangga Indramayu dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan,” kata Kirman, sapaan akrabnya.
Kirman juga berpesan, hasil dari pelatihan ini hendaknya dapat dimanfaatkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat serta untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing dalam rangka memberi kontribusi lebih besar pada pengembangan ekonomi yang berbasis pada kebutuhan pasar kerja yang makin dinamis dan berkembang serta sesuai dengan potensi unggulan daerah guna memberi kontribusi pada pengembangan sektor prioritas. @safaro















