Pelita News I Indramayu – Bangunan bersejarah Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ambruk, Sabtu, (27/3/2026) kemarin.
Bangunan peninggalan era kolonial Belanda di Desa Penganjang Kecamatan Sindang itu kini mengalami kerusakan parah dan terancam hilang jika tidak segera ditangani.
Gedong Duwur yang berada di kawasan asrama Kodim 0616/Indramayu sebelumnya memang telah mengalami kerusakan. Namun, ambruknya bagian utama bangunan membuat kondisinya kini semakin memprihatinkan.
Reruntuhan material bangunan terlihat berserakan, menyisakan puing-puing dari struktur yang dulunya berdiri kokoh.
Bangunan ini dikenal sebagai sala satu pusat pemerintahan pada masa kolonial Belanda di Indramayu, sehingga memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus, langsung meninjau lokasi kejadian setelah menerima laporan. Ia juga telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Kepala Bidang Kebudayaan, hingga Kepala Dinas.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Ini sala satu tinggalan sejarah yang harus segera diselamatkan,” ujar Tinus.
Upaya penyelamatan Gedong Duwur saat ini masih menghadapi berbagai kendala. Selain keterbatasan anggaran, minimnya tenaga teknis yang memiliki keahlian dalam penanganan bangunan cagar budaya juga menjadi hambatan.
Di sisi lain, status lahan bangunan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pertahanan turut menambah kompleksitas proses penanganan. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk jajaran Kodim 0616/Indramayu.
“Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah berencana mengusulkan rehabilitasi Gedong Duwur melalui anggaran perubahan,” ungkapnya.
Selain itu, upaya juga dilakukan untuk meningkatkan status bangunan ini menjadi cagar budaya tingkat provinsi hingga nasional agar mendapatkan perlindungan hukum dan dukungan anggaran yang lebih besar.
“Jika tidak segera ditangani, Gedong Duwur dikhawatirkan akan hilang sepenuhnya. Padahal, bangunan ini merupakan sala satu saksi penting perjalanan sejarah pemerintahan di Indramayu,” ujarnya. @safaro















