Pelita News | Cirebon Timur – Hari ini, Desa Kaligawe Wetan, Kecamatan Susukanlebak menjadi saksi pelaksanaan hari pertama Launching Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Asa Mandiri Nusantara, Desa Kaligawe Wetan, Selasa (31/3/2026).

Berdasar data yang diperoleh Pelita News, total penyaluran perdana MBG dari SPPG Asa Mandiri Nusantara sebanyak 507 porsi, terdiri dari 208 porsi untuk siswa-siswi SDN 1 Kaligawe Wetan dan 299 porsi untuk Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui dan Anak Balita Non-PAUD.
Kuwu Desa Kaligawe Wetan, Lilis Krisnawati bersyukur dan berterimakasih atas realisasi penyaluran MBG di wilayah desanya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Program MBG ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kami berharap dengan adanya program ini, masyarakat dapat lebih sehat dan produktif,“ ujarnya.
MBG yang disalurkan pada launching perdana ini berupa paket makanan bergizi yang terdiri dari telur, daging, sayuran, dan buah-buahan. Menurutnya, dengan program MBG ini dirasa akan sangat efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Ia berharap adanya perubahan positif pada anak-anak penerima MBG, sehingga lebih sehat dan aktif.
“MBG ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Terima kasih kepada pemerintah atas program ini,“ kata Lilis.
Lilis kembali menyampaikan apresiasinya bahwa program MBG ini merupakan juga bagian salah satu upaya untuk mencapai target penurunan stunting di Kabupaten Cirebon. Pihaknya akan terus mendukung program ini dan memastikan bahwa MBG dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan realisasinya program MBG ini, diharapkan masyarakat Desa Kaligawe Wetan dapat lebih sehat dan produktif, serta dapat meningkatkan kualitas hidup mereka,“ imbuhnya.
Program MBG bagi ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Balita Non-PAUD merupakan bagian dari komitmen nasional dalam mendukung percepatan penurungan stunting serta perbaikan status gizi masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan program ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara Badan Gizi Nasional, BKKBN, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian/Lembaga terkait di Tingkat Pusat, Pemerintah Daerah, Kader Pendamping serta seluruh pemangku kepentingan di tingkat komunitas.
Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan program dilakukan secara berkala, dengan tindak lanjut hasil temuan untuk perbaikan selanjutnya. pelaksanaan program juga harus terbuka terhadap Umpan balik dari penerima manfaat dan pelaksana di lapangan, guna memastikan ketercapaian tujuan program secara optimal. @Ries















