Pelita News I Indramayu – Sebanyak 96 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) atau pelatihan berbasis kompetensi (PBK) program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu. Puluhan peserta itu terbagi dalam enam paket dan setiap paket diikuti 16 peserta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Endang Ismiati, S.STP., M.Si., melalui Kepala UPTD BLK Disnaker Indramayu, Sukirman mengatakan pihaknya kembali menyelengarakan PVN/PBK (pelatihan). Pelatihan kali ini, kata dia, terbagi dalam enam paket, semuanya bersumber dari dana APBN TA 2026, baik program reguler UPTD BLK maupun dari Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat yang dilaksanakan di BLK.
Pelaksanaan sesuai jam pelajaran (JP) dan perhari adalah 10 JP, pelatihan telah dibuka pada pada tanggal 22 Juni 2016.
Ia merinci, program reguler UPTD BLK meliputi, 1. Kejuruan Fillet Welder FCAW 2F/PB (kualifikasi 2) selama 160 jam pelajaran (JP) atau 16 hari. 2. Menjahit Pakaian Sesuai Style (260 JP selama selama 26 hari dan 3. Membuat Roti dan Kue, dengan durasi 140 JP selama 1 4 hari.
“Tiga kejuruan lainnya dari UPTP BPVP Bandung Barat seperti 1. Fillet Welder SMAW 3F/PB, selama 180 JP/18 hari, 2. Asisten Pembuat Pakaian (180JP/18 hari) dan 3. Merias Wajah dengan durasi 160 JP selama 16 hari,’ kata Sukirman di sela-sela pelatihan di BLJK Disnaker, Selasa (23/6/2026).
Mereka kata dia disipkan agar dapat bersaing di pasar kerja nasional, regional maupun global.
“Dengan dilaksanakannya PBK ini, diharapkan bisa menjadi bekal untuk bersaing di pasar kerja maupun untuk berwirausaha. Hal lainya, bisa menimbulkan efek positif bagi kualitas SDM di Kota Mangga Indramayu dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan,” kata Kirman, sapaan akrabnya.
Kirman juga berpesan, hasil dari pelatihan ini hendaknya dapat dimanfaatkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat serta untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing dalam rangka memberi kontribusi lebih besar pada pengembangan ekonomi yang berbasis pada kebutuhan pasar kerja yang makin dinamis dan berkembang serta sesuai dengan potensi unggulan daerah guna memberi kontribusi pada pengembangan sektor prioritas.
Sementara itu, instruktur program kejuruan merias wajah, Keli dan Lia mengatakan pelatihan kepada peserta tidak langsung pada praktik tetapi diawali dengan pengenalan benda-benda yang berkaitan dengan tata rias, baru dilanjut dengan praktik.
Keli berharap dengan durasi yang terbatas yakni hanya 160 JP atau selama 16 hari, semoga bisa dimaksimalkan oleh para peserta sehingga mereka (peserta) setidakanya bisa merias untuk dirinya sendiri dan lebih luasnya bisa membuka lapangan pekerjaan. @safaro















