Pelita News | Bandung – Permasalahan sampah di Jawa Barat kini mulai diarahkan ke solusi yang lebih modern dan ramah lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkenalkan teknologi pengolahan limbah organik menjadi briket atau arang pengganti batu bara dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan se-Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung.
Rapat strategis tersebut dihadiri langsung Bupati Cirebon, Imron, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono. Agenda dipimpin Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menegaskan pentingnya langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah dari hulu hingga hilir.
Dalam forum tersebut, Pemprov Jawa Barat memperkenalkan mesin pengolah limbah organik yang mampu mengubah sampah menjadi energi alternatif berbentuk briket atau arang. Teknologi ini dinilai dapat menjadi solusi baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara sekaligus menekan volume sampah yang terus meningkat.
Menariknya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memfasilitasi sekitar 40 unit mesin pengolahan sampah untuk setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Simulasi penggunaan mesin juga ditampilkan dalam rakor tersebut, mulai dari proses pemilahan sampah hingga tahap akhir pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat energi.
Bupati Cirebon, Imron, menyambut positif langkah tersebut dan berharap teknologi pengolahan limbah modern itu bisa segera diterapkan di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, inovasi pengolahan sampah menjadi energi dapat membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Kami berharap teknologi ini bisa segera diterapkan di Kabupaten Cirebon agar penanganan sampah menjadi lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Imron.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama. Ia ingin seluruh daerah di Jawa Barat mulai bergerak menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi.
Program pengolahan limbah menjadi energi alternatif ini pun menjadi perhatian karena dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengurangan sampah dan penyediaan sumber energi ramah lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, Jawa Barat menargetkan terciptanya sistem penanganan sampah yang lebih bersih, efisien, dan berdampak nyata bagi lingkungan di masa depan.@sur















