Pelita News | Kab. Cirebon – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkap rencana pembangunan pendidikan melalui program Sekolah Maung yang akan mulai direalisasikan pada tahun pelajaran 2026. Maung merupakan akronim dari Manusia Unggul, sebagai strategi Pemprov Jabar mencetak SDM berkualitas dan adaptif menghadapi tantangan zaman.
Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan ini saat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/2026). Ia menyebut tahap identifikasi sekolah yang akan menjadi bagian dari program Sekolah Maung saat ini sedang berlangsung.
“Sekolah Maung nanti tahun pelajaran ini dimulai, sekarang sudah identifikasi dan nanti diberlakukan yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi,” ungkap KDM, sapaan akrabnya.
Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, konsep Sekolah Maung tidak hanya menyasar pencapaian akademik. Siswa berprestasi non-akademik seperti olahraga, seni, hingga industri kreatif juga berkesempatan mengikuti program ini.
“Dua hal ya, prestasi akademik dan prestasi non-akademik. Jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ,” bebernya.
Terkait sistem pembelajaran, Dedi menjelaskan pembagian kelas akan mengacu pada minat dan bakat siswa. “Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif, fokusnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni,” tuturnya.
Ia menyatakan Pemprov Jabar tidak akan membangun sekolah baru untuk program tersebut. Kebijakan ini justru memanfaatkan sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada di setiap daerah. “Misalnya gini, di Bandung ada SMAN 3, di Subang ada SMAN 1. Setiap kabupaten pasti selalu ada sekolah favorit,” terangnya.
Sekolah-sekolah favorit yang terpilih, lanjut KDM, akan mendapat dukungan fasilitas dari Pemprov Jabar untuk menunjang kelancaran program. Fasilitas yang dimaksud mulai dari ruang kelas hingga teknologi pembelajaran.
Soal penerimaan siswa, Dedi memastikan prosesnya tetap berbasis pendaftaran dan seleksi, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Ia juga menegaskan pembiayaan untuk mengikuti program Sekolah Maung gratis.
Namun, KDM akan membicarakan lebih lanjut terkait kontribusi dari orang tua siswa yang mampu dari segi ekonomi. “Pembiayaan gratis, tapi nanti kita bicarakan kontribusi bagi yang mampu,” katanya.
RESPONS & PERNYATAAN MKKS KABUPATEN CIREBON
Rencana Gubernur Dedi Mulyadi ini langsung mendapat sambutan positif dari Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Cirebon. Forum menyatakan siap mendukung penuh implementasi Sekolah Maung di wilayah Kabupaten Cirebon.
Ketua Forum MKKS Kabupaten Cirebon yang juga Kepala SMA Negeri 1 Sumber, H. Nugroho Wicokro, S.Pd, M.Pd menegaskan, langkah ini sangat strategis dan akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas serta mutu pendidikan di Kabupaten Cirebon.
“Kami menyetujui dan mengapresiasi penuh gagasan Sekolah Maung yang digagas Pak Gubernur Dedi Mulyadi. Konsepnya sangat visioner karena tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga memberi ruang bagi anak-anak yang punya talenta di olahraga, seni, dan industri kreatif,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menilai program ini akan menjadi pemicu semangat bagi siswa dan guru. “Selama ini banyak siswa berbakat non-akademik yang belum terfasilitasi maksimal. Dengan adanya Sekolah Maung, mereka punya wadah resmi. Ini akan mendongkrak motivasi belajar dan daya saing siswa Cirebon di tingkat provinsi bahkan nasional,” jelasnya.
Senada disampaikan Sekretaris MKKS SMA Kabupaten Cirebon yang juga Kepala SMA Negeri 1 Astanajapura, H. Haerudin, S.Pd, ia berharap dengan hadirnya program Sekolah Maung ini dapat memotivasi sekolah-sekolah di Kabupaten Cirebon untuk lebih berbenah dan bersaing secara positif dalam dunia pendidikan.
“Ketika ada standar baru, otomatis semua sekolah akan terpacu meningkatkan kualitas. Baik sarana, guru, maupun pembinaan prestasinya. Ujungnya, mutu pendidikan Cirebon naik secara merata,” tegasnya.
Heru menambahkan, MKKS Kabupaten Cirebon siap jika ada sekolah di wilayahnya yang ditunjuk sebagai bagian dari Sekolah Maung. “Kami siap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Di Cirebon banyak sekolah unggulan yang layak masuk program ini. Dukungan fasilitas dari provinsi tentu akan mempercepat pemerataan mutu pendidikan,” pungkasnya.
Dedi Mulyadi berharap melalui Sekolah Maung, Jabar memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas dan adaptif. “Para siswa harus memiliki bekal untuk mampu bersaing dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman,” tutupnya. @Ries














