Pelita News | Cirebon Timur — SMK Samudra Nusantara Astanajapura kembali menggelar acara Gebyar Vokasi 2026, kali ini agenda kegiatan diisi dengan Job Fair & Talkshow Career Day yang mempertemukan lulusan dengan perusahaan-perusahaan ternama. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja untuk kuota 500 peserta lulusan dan memperkenalkan mereka dengan dunia kerja. Sabtu (4/4/2026).
Dalam acara ini, SMK Samudra Nusantara Astanajapura bekerja sama dengan 15 perusahaan dari berbagai industri besar dan ternama baik skala lokal, nasional maupun internasional. Perusahaan – perusahaan ini membuka stand untuk mempromosikan lowongan kerja yang tersedia dan menerima lamaran dari para lulusan pencari kerja.
Ini bukan sekadar acara biasa, tapi gerbang menuju masa depan gemilang buat para calon tenaga kerja ahli dan inovator muda. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, sehingga para pencari kerja dapat memanfaatkan kesempatan ini secara gratis.
Kepala SMK Samudra Nusantara Astanajapura, Jahri Faidi, SH, MH mengatakan, kegiatan Gebyar Vokasi ini sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun, karena ini adalah agenda tahunan yang berkaitan dengan pemasaran lulusan. Jadi, Job Fair ini dikemas dalam kegiatan Gebyar Vokasi, kemudian rapat penyelarasan dengan industri yang tujuannya untuk mensinkronisasi antara proses di sekolah sampai dengan di industri.
“Itu tujuan utamanya. Dan untuk tahun ini memang agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena diselenggarakan agak besar. Sebenarnya kami juga sedikit ada terkejut, karena awalnya kita hanya 5 sampai dengan 8 industri mitra perusahaan. Tetapi mitra-mitra yang lain bertanya ke pihak BKK kami, “Kenapa kami tidak dilibatkan?,“ ungkapnya.
Sehingga, lebih lanjut ia jelaskan, dari beberapa perusahaan baik nasional, internasional, juga lokal bisa ikut berkontribusi dan turut serta untuk kegiatan pada hari ini. Ia akui, awalnya kegiatan tersebut untuk internal, karena terbuka akhirnya dibuka secara umum.
“Kami memang sudah menggunakan sistem kompetensi implementasi. Jadi kami punya keyakinan bahwa job fair atau lowongan yang disediakan oleh mitra industri tentunya anak-anak kami bisa menempati itu karena sudah sesuai, link and match-nya sudah masuk,“ kata Jahri.
Jahri kembali menastikan, arahan pembelajaran yang berjalan di sekolah sudah disesuaikan dengan industri. Kurikulum yang digunakan sudah kurikulum industri dari direktorat. Kebetulan SMK Samudra Nusantara Astanajapura merupakan sekolah dengan predikat PK (Pusat Keunggulan) itu diberi mandat untuk bisa mengeksplorasi proses.
“Kami berpatokan pada sistem yang ada di industri. Contoh yang paling kecil saja, di dalam kurikulum permesinan itu tidak ada yang namanya mapel perbaikan sistem mesin industri, tetapi di kurikulum kami ada. Ada PLC, ada perbaikan sistem hidrolik dan pneumatik,“ jelasnya.
Menurutnya, saat ini dari 368 siswa yang sudah diambil langsung dari PKL dan tidak mengikuti Job Fair, 58 siswa sudah tinggal kontrak PKWT. Jika dihitung dari 368 siswa, maka sudah hampir 15% terserap. Adapun target lulusan masuk di industri diperkirakan 80 persen sampai 90 persen.
“Alumni kami orang tuanya produktif yang ada di industri sebagai karyawan, sebagai tenaga kerja, itu 30%. Jadi di atas rata-rata 40% sudah terserap secara otomatis. Tersisa dari 40 persennya itu posisi keterampilan mereka yang diujikan secara terbuka,“ imbuh Jahri.
Jahri mengakui, dengan kondisi saat ini hasil dari survei terakhir, observasi terakhir anak-anak sebagian besar ingin bekerja. Sehingga sekolah bekerja keras agar 90 persen anak-anak sudah masuk industri sebelum menerima ijazah. Untuk itu, sekolah juga sangat berterima kasih kepada 15 mitra industri yang konsen dengan anak-anak.
“Modal kami bahwa kami punya keyakinan bahwa anak-anak kami punya tempat dan menjadi solusi. Sekali lagi prinsip kami, saya selalu ngomong sama anak-anak: Anak-anakku sekalian, kalian jangan jadi beban industri, tapi jadilah solusi,“ ujarnya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Cirebon, Agus Susanto, S.Sos, M.Si turut mengatakan, sekolah di SMK jelasnya ada keselarasan dengan program dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Utamanya adalah kaitannya dengan bagaimana menyiapkan masyarakat Kabupaten Cirebon yang memiliki daya saing. Siapa sih yang terlibat di situ? Dalam hal ini adalah di SMK Samudra Nusantara.
“Selain itu, ada momen terkait dengan kegiatan di Job Fair dan Career Day. Nah, ini juga kan memberikan ruang kesempatan yang lebih. Ini kesempatannya, ada 15 perusahaan sebagai wujud nyata,“ pungkasnya.
Terkait dengan keselarasan dan berkontribusi terhadap angka pengangguran, itu harapannya. Karena semua itu tetap larinya adalah orang untuk bekerja. Jika sebuah masyarakat atau orang itu sudah bekerja, maka jelas nantinya akan berdampak pada angka pengangguran.
“Jadi kalau dilihat secara keseluruhan, memang di variabel berikutnya ketersediaan lowongan kerja. Nah, kalau di Kabupaten Cirebon, di Januari sampai dengan Maret berdasarkan hasil laporan terkait dengan lowongan pekerjaan atau WL-1 ada sekitar 3.000 untuk di dalam. Dan itu juga bisa diakses melalui IG Disnaker yang sering diinformasikan oleh rekan-rekan di media,“ kata Agus Susanto.
Maka pada kesempatan ini juga, Agus menyampaikan agar para pencari kerja dipersilahkan untuk mengakses IG Disnaker Kabupaten Cirebon dalam rangka mencari lowongan pekerjaan. Karena di situ informasinya sangat luas dan jangan hanya membukanya di Facebook.
“Aksesnya terupdate dan bisa dipertanggungjawabkan kalau akun resmi sosial media milik pemerintah,“ tegasnya. @Ries















