Pelita News I Indramayu – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), melalui program CSR turut mengentaskan angka buta huruf dan angka putus sekolah di kampung nelayan Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
Keterlibatan BUMN yang bergerak dalam pengelolaan usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi baik di dalam maupun luar negeri ini bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Famili dibawah naungan Yayasan Hasanudin Kandanghaur.
Imbas dari keterlibatan PHE ONWJ itu, ratusan masyarakat Desa Eretan Kulon dan dan sekitarnya yang umumnya berprofesi sebagai nelayan bisa meneruskan pendidikannya baik melalui jenjang Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA. Bahkan tidak sedikit dari ratusan warga belajar (WB) itu meneruskan ke perguruan tinggi.
Ketua PKBM Famili Kandanghaur, Nasirudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan keterlibatan PHE ONWJ turut mengentaskan angka buta huruf dan angka putus sekolah di kampung nelayan Desa Eretan Kulon. Berkat keterlibatan itu, ratusan bahkan ribuan masyarakat kampung nelayan yang putus sekolah bisa melanjutkan pendidikannya baik melalui Paket A, B dan Paket C.
“Ijazah paket tersebut dipergunakan untuk melamar pekerjaan baik di dunia industri, perangkat desa dan sektor usaha lainnya,” ucapnya.
Ia tidak menampik rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat kampung nelayan sangat rendah. Faktornya beragam namun secara umum kebanyakan ikut orang tuanya melaut. Karena keasyikan bisa mendapatkan penghasilan sendiri imbasnya banyak anak-anak usia sekolah yang putus sekolah atau karena sebab lain. Menyikapi hal tersebut sambungnya, pihaknya terpanggil untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat yang putus sekolah dengan mendirikan PKBM Famili dibawah naungan Yayasan Hasanudin Kandanghaur.
Seiring berjalannya waktu. PKBM Famili dilirik PHE ONWJ. Dan dengan program CSRnya mereka terus mensuport pendanaan untuk kelangsungan pembelajaran non formal. Mereka kata dia selain mensuport pendanaan juga melakukan pendampingan kepada WB. Hal lainnya, sejak digandeng PHE ONWJ pada kisaran 2011, pihaknya telah benyak meluluskan WB.
“Hebatnya mereka (WB) bukan hanya melek hurup tapi bisa beradaptasi dengan teknologi dan mereka meminta kepada pemilik kapal agar armadanya dilengkapi GPS sehingga hasil tangkapan menambah dan imbasnya pendapatan pun menambah,” kata Nasirudin belum lama ini.
Menurutnya, kerja sama dengan PHE ONWJ sudah dibangun sejak lama sebelum 10 Program Unggulan Bupati Indramayu, Nina Agustina diluncurkan yakni Kejar Paket (Ja-Ket).
“Bersama PHE ONWJ kami bertekad membantu Pemkab Indramayu dalam membantu mengentaskan butu huruf dan mendukung peningkatan RLS khususnya di kampung nelayan,” tandasnya.
Sala satu alumni, Abdulrohim, (45 tahun) warga Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur membenarkan dirinya merupakan sala satu WB. Ia menjadi WB di PKBM Famili diawali dari Paket B, disambung Paket C dan sekarang kuliah semester 5 di STIT Al-Amin Kandanghaur Indramayu. Dan pekerjaan saat ini sebagai perangkat desa.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program CSR di Indramayu, Chintia Wahyu mengatakan program CSR sangat banyak dan tersebar di 4 kilang. Program tersebut terbagi di empat pilar, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Untuk pilar pendidikan sala satunya diluncurkan di Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur.
“Dengan program itu kedepannya ikut mengentaskan angka buta huruf dan angka putus sekolah. Bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan bisa lebih membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ucap dia.
Menurutnya, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan bekerja sama dengan Ja-Ket yang diluncurkan Pemkab Indramayu. Intinya, dalam menerapkan program CSR, pihaknya melihat program pemerintah daerah sala satunya bidang pendidikan.
“Ada kesamaan program sehingga kita memiliki misi yang sama yakni mengentaskan buta huruf,” pungkasnya.
Chintia juga berharap selain dari PHE ONWJ, pihaknya juga mendorong pihak PKBM terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak lain. @safaro















