Pelita News I Indramayu – Satreskrim Polres Indramayu masih menunggu hasil otopsi terkait meninggalnya siswa kelas 3, SDN Amis 3, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Selain itu, polisi pun masih melakukan serangkaian penyidikan untuk mengetahui fakta peristiwa yang terjadi dengan meminta keterangan dari beberapa saksi.
Perihal itu dikatakan Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Hillal Adi Imawan didampingi Kasi Humas Iptu Junata, kemarin.
Atas nama Polres Indramayu Hillal menyampaikan ikut berbela sungkawa dan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas meninggalnya siswa SD berinisial W.
“W ini sala satu siswa SD Negeri 3 Amis, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Kita ketahui telah meninggal dunia pada Kamis 1 Agustus 2024 siang kemarin,” ujarnya.
Selanjutnya atas kejadian tersebut, Polres Indramayu bersama dengan Polsek Cikedung bergerak cepat untuk merespon dan menindaklanjuti kejadian tersebut. Termasuk beberapa informasi dari masyarakat yang diterimanya. Dan sedang dilakukan serangkaian penyidikan untuk mengetahui fakta peristiwa yang terjadi.
“Tadi malam kita sudah melaksanakan pemeriksaan otopsi terhadap korban atau almarhum di rumah sakit Bhayangkara Indramayu dan saat ini kami sedang menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian almarhum atau korban,” kata dia.
Ditambahkan Hillal, hari Jumat kemarin pihaknya pun sedang melaksanakan penyidikan dengan meminta keterangan dari beberapa saksi baik dari pihak guru maupun siswa atau siswi SDN 3 Amis, Kecamatan Cikedung didampingi juga oleh pekerja sosial (peksos) dari Dinas Sosial Kabupaten Indramayu.
“Ini kami lakukan sebagai langkah respon cepat Polres Indramayu dalam menangani dugaan kasus tersebut. Terkait perkara ini, kami berpesan kepada masyarakat agar mempercayakan penangananya kepada kami, dan kami pastikan akan memproses dan menindaklanjuti perkara ini dengan profesional akuntabel dan prosedural,” ucap Hillal.
Untuk penyebab meninggalnya W, pihaknya belum dapat menyampaikan karena masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit Bhayangkara.
Menurutnya banyak informasi yang sudah diterima dari masyarakat dan pihaknya sedang melakukan serangkaian penyelidikan dan mendalami kebenaran atas informasi tersebut.
“Kalau sudah selesai melakukan penyelidikan, nanti akan kami sampaikan,” tambah Hillal.
Sementara, terkait kasus yang ramai tentang dugaan meninggalnya korban akibat bullying, pihaknya juga belum bisa memberikan keterangan. Namun, lanjut Hillal, informasi itu akan didalami terlebih dahulu terkait kebenarannya.
“Kami belum bisa menyampaikan saat ini. Tapi kejadian sekolah saat jam istirahat kedua, dimana guru mengetahuinya tergeletak,” paparnya. @safaro















