Kabupaten Cirebon Pelita News
Pemerintah Desa (Pemdes) Sende Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon gelar Mapag Sri Senin 29/04. Berbagai kegiatan pada rangkaian Mapag Sri turut mewarnai acara tersebut, bahkan acara Mapag Sri di Desa Sende disambut dengan suka cita. Tak hanya itu saat pagelaran yang menjadi adat Mapag Sri dimulai, turut di hadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Arjawinangun dan muda mudi, lelaki, perempuan serta para kaum dewasa turut hanyut pada acara adat tahun itu.

Menurut Suma, SM Kuwu Desa Sende menjelaskan, Mapag Sri yang dilaksanakannya merupakan sebuah adat desa yang biasa dilaksanakan disetiap tahunnya. Terdapat dua adat Desa yang dilaksanakan disetiap tahun yakni Mapag Sri dan Sedekah Bumi.
“Mapag Sri dilaksanakan kalau tanaman padi mulai bertelur atau berbuah, dan Mapag Sri pasti dilakukan pada musim tanaman pertama,”jelasnya.

Mapag Sri dilaksanakan pada saat musim tanaman padi ditahun pertama mulai berbuah, dan saat itulah acara adat ini dilaksanakan, dan hal yang berbeda dengan acara Adat Sedekah Bumi.
“kalau Mapag Sri dilaksanakan pada awal tahun tanam pertama dan Sedekah Bumi diakhir musim tanam,”lanjut Suma, SM.

Suma, SM akui terdapat hal yang berbeda di Mapag Sri tahun ini di Desa Sende. Acara Mapag Sri tahun 2024 di Desa Sende dilaksanakan berbarengan dengan momen halal bihalal, pasalnya Mapag Sri kali ini masih dalam suasana Syawal sehingga Mapag Sri di Desa Sende selain dijadikan adat desa sekaligus menjadi ajang silaturahmi halal bihalal.
“seharusnya sih Mapag Sri dilaksanakan pada bulan ramadhan, tapi karena bulan ramadhan kami undur di bulan Syawal sehingga dalam satu momentum dapat dua tujuan yakni selain menjalankan adat desa kita juga bisa bersilaturahmi di kegiatan ini,”ujarnya.

Suma, SM juga sebutkan pada Mapag Sri di Desa Sende terdapat dua kegiatan selain acara hiburan pagelaran wayang kulit yang menjadi sebuah tradisi pada kegiatan Mapag Sri, ada juga kegiatan do’a bersama dalam memanjatkan rasa syukur serta harapan pada hasil panen yang nantinya didapat oleh seluruh petani Desa Sende.
“seperti biasa selain acara hiburan pagelaran wayang kulit, kami juga lakukan doa bersama yang diikuti oleh unsur desa dan tokoh masyarakat dan masyarakat,”sebutnya.

Melalui kegiatan Mapag Sri Suma, SM berharap seluruh warganya bisa mendapatkan kesejahteraan baik secara moril dan materil, dan setia panen raya Suma, SM juga harapkan seluruh petani di desanya bisa mendapatkan hasil yang berlimpah tanpa adanya hal yang tidak diinginkan terjadi.
“semoga seluruh warga kami sejahtera, Gemah Ripah Loh Jinawi, subur makmur untuk seluruh warga khususnya warga Desa Sende,”pungkasnya.(Sur)















