
Pelita News Kabupaten Cirebon
Tidak normalnya saluran tersier DI Rentang Kanan yang berada diwilayah Desa Winong Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon yang mengairi area persawahan sekitar 150 hektare di empat Desa yang ada di dua Kecamatan di Kabupaten Cirebon, akhirnya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah khususnya Pemerintah Pusat melalui Balai Besarnya. Peninjauan secara langsung area tersebut juga dihadiri Dedi Wahidi Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS-CC) dan Jajaran, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI-Jawa Barat, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi PKB, Dinas PUTR Kabupaten Cirebon dan jajarannya, Camat Gempol, Camat Arjawinangun, Kuwu Desa Sende, Kuwu Desa Winong, Selasa (25/07).
Menurut Dedi Wahidi Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB mengatakan adanya keluhan dari Kuwu yang ada di dua Desa (Kuwu Sende dan Kuwu Winong.red) yang mengharapkan adanya normalisasi dan perbaikan gorong-gorong disaluran tersier yang mengaliri sawah seluas 150 hektare.
“sebagai wakil rakyat, Pak Kuwu ngomong ke Saya, maka saya datang dengan melibatkan dua balai DKI-Jawa Barat yang menaungi masalah jalan dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS-CC) yang menaungi masalah irigasi,”ungkapnya.


Lebih lanjut, penyumbatan tersebut dirasakan lebih dari 10 tahun lamanya, sehingga hal itu membuat para petani mengalami kesulitan untuk mendapatkan air untuk sawahnya.
“penyumbatan gorong-gorong, kata Pak Kuwu yang mengakibatkan 150 hektare lahan sawah tidak terairi sejak 10 atau 15 tahun yang lalu, sejak adanya pelebaran jalan Cirebon-Jakarta, sementara dulunya air berlebih,”katanya.
Ia pastikan di bulan Agustus ini, perbaikan dan normalisasi akan dilaksanakan oleh masing-masing Balai Besar yang menaungi bidangnya, dan yang menjadi catatan khususnya akan dilakukan pelebaran dimensi gorong-gorong sehingga aliran air bisa lebih besar untuk mengaliri sawah yang ada.
“pertengahan Agustus nunggu panen selesai, akan bongkar dan diperlebar dua kali lebar saluran, dan akhir Agustus irigasinya akan diperlebar,”ucapnya.
Dedi Wahidi meminta kepada setiap warga untuk bisa diajak kerjasamanya dan keikhlasannya yang telah mengalih fungsikan area lahan tersier yang saat ini telah menjadi lahan tambah bagi tempat tinggalnya, untuk bisa mengembalikan lahan tersebut sesuai dengan peruntukannya, tentunya hal itu Ia kembalikan kepada Pemerintah Daerah untuk bagaimana memberikan solusi dan pengertian kepada masyarakatnya.
“itu tentunya akan ditertibkan, mohon ketulusan dan keikhlasan, dan itu urusannya Pemerintah Daerah untuk penertiban dan keamanan, apabila saluran sudah alih fungsi, saya minta kemajuan dan kemakmuran masyarakat diwilayah sini,”paparnya
Dwi Agus Kuncoro Kepala BBWS-CC menjelaskan adanya penyumbatan disalur tersier DI Rentang kanan di Desa Winong tak lama lagi akan dilaksanakannya normalisasi, hal itu dilakukan adanya penyumbatan yang mengakibatkan aliran air ke sawah yang ada tidak normal, Ia juga sampaikan normalisasi tersebut tidak dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti Beko besar, akan tetapi alat berat Beko Kecil akan Ia terjunkan mengingat medan dan lokasi yang akan dilakukan normalisasi masih bisa menggunakan alat tersebut.
Ia juga pastikan, pekerjaan normalisasi akan dilaksanakan pada akhir Agustus 2023, hal itu Ia sampai mengingat pekerjaan penggantian gorong-gorong saluran tersier DI Rentang kanan akan dilakukan pada awal Agustus saat ini.
“saluran tersier DI Rentang kanan, normalisasi yang disepakati akhir Agustus, kita gunakan alat berat Beko kecil, kenapa kita lakukan akhir Agustus kita nunggu pekerjaan gorong-gorong selesai yang mulai dikerjakan pada pertengahan Agustus,”jelasnya.
Dwi Agus Kuncoro beberkan, saluran tersier DI Rentang kanan saat ini sudah mengalami banyak perubahan yang terjadi, dan Ia juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk berkoordinasi dengan warga yang nantinya akan terkena dampak normalisasi.
“sudah banyak perubahan lahan,
Kami akan bagi tugas, Pak Kuwu yang ngerembukin ke warganya,”ucapnya.
Dan Ia juga pastikan akan melakukan pelebaran gorong-gorong saluran tersier DI Rentang kanan agar kedepannya tidak ada penyumbatan sedimen dibawah atau didalam gorong-gorong.
“kami memberikan arahan kepada temen-temen Binamarga dimensinya dua kali lebih besar dari sebelumnya agar tidak gampang ada penyumbatan sedimen dibawah yang membuat susah diperbaiki,”bebernya.
Sementara itu Indra Rismawansyah Kabid perserpasi satu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI-Jawa Barat akan memastikan pelaksanaan pekerjaan perbaikan gorong-gorong saluran tersier DI Rentang kanan yang berada dibawah jalan Nasional DKI-Jawa Barat sebelum musim penghujan tiba, sehingga tidak menghambat pekerjaan yang nantinya dilaksanakan.
“kita usahakan sebelum musim hujan sudah kita kerjakan, paling cepat dua Minggu atau tiga Minggu lagi kita kerjakan,”paparnya.
Bersamaan dengan adanya paket pekerjaan yang ada dijalan nasional DKI-Jawa Barat pihaknya memastikan adanya realisasi pekerjaan perbaittersebut yang diharapkan oleh petani dan Kuwu di empat desa itu.
“kebetulan disini sedang ada paket pekerjaan juga terkait berjalan jadi kita masih bisa melaksanakan ini secara cepat dan tidak perlu lagi tender,”sebutnya.
Ia juga rencanakan perbaikan gorong-gorong tersebut akan memakan waktu satu hingga dua bulan lamanya, dan setelah perbaikan selesai pihaknya akan mengembalikan kondisi jalan yang terkena perbaikan nantinya.
“satu sampai dua bulan. Kita cuma melebarkan gorong-gorong saja, dan nanti kita kembalikan lagi jalan tersebut dengan aspal atau cor beton,”pungkasnya.(Sur)















