Indramayu, PN
Acara tradisi Sedekah Bumi lumrah dilakukan masyarakat diberbagai desa di Kabupaten Indramayu, salasatunya acara adat Sedekah Bumi di desa Margamulya Kecamatan Bongas. Meski secara umum untuk meramaikan adat tersebut ada hiburan namun tumpeng yang dibawa masyarakat setempat masih biasa, tidak seperti masyarakat di desa lainnya yakni tumpeng hias (panjang).
Acara adat sedekah bumi di Desa Margamulya, masyarakat membawa tumpeng alakadarnya dan buah-buahan. Nasi tumpeng dikumpulkan di pekarangan yang cukup luas, Senin (24/10/2022). Pada momen tersebut, panitia sedekah buni juga mengundang kesenian tradisional wayang kulit, sintren dangdut dan lainnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, Camat Bongas, Rohaedi dan unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan undangan lainnya.
Kuwu Desa Margamulya, Abdul Hadi mengatakan melestarikan tradisi yang diwariskan para pendahulu desa pihaknya menggelar adat desa sedekah bumi. Adat desa tersebut sambungnya, merupakan rutinitas tahunan dan lumrah dilaksanakan sebelum datangnya musim tanam (MT) rendeng.
“Sebelum melakukan aktifitas MT rendeng masyarakat secara gotong royong mengadakan tradisi sedekah bumi,” kata dia.
Ketua RT, Abdul Muin menambahkan turut menyukseskan tradisi sedekah bumi ia ikut membantu pihak desa dalam mengamankan nasi tumpeng karena banyaknya pengunjung yang datang.
“Lokasi nasi tumpeng harus steril dari kerumunan penonton,” ujarnya.
Ia mengaku acara tradisi atau adat desa sedekah bumi tahun ini lebih meriah ketimbang tahun sebelumnya.
Sementara itu, Camat Bongas Rohaedi mengapresiasi Pemdes dan masyarakat Margamulya yang masih melestarikan tradisi adat desa yakni sedekah bumi.
Sedekah bumi kata dia, merupakan acara turun temurun yang telah diwariskan para pendahulu desa dan lumrah dilaksanakan sebelum dimulainya bercocok tanam padi.
“Hiburan itu selain menyemarakan tradisi sedekah bumi juga menghibur masyarakat setempat,” kata Camat. (furqon)















