Pelita News I Indramayu
Ribuan warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menggelar aksi unjuk rasa menuntut perhatian pemerintah terhadap bencana banjir rob yang telah melanda wilayah mereka selama bertahun-tahun.Hak ini sekaligus menurut janji Bupati Indramayu . Yang sampe saat ini belum terpenuhi Jumat (7/11)
Aksi berlangsung di jalur Pantura Desa Eretan Wetan, Massa memadati bahu jalan hingga menutup satu lajur , yakni jalur arah Jakarta menuju Cirebon. Satu per satu perwakilan warga naik ke atas mobil bak terbuka dan berorasi menyuarakan tuntutan mereka, sementara warga lainnya memberi dukungan dengan meneriakkan yel-yel.
Aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalur Pantura. Bahkan, di beberapa momen, sejumlah warga menutup jalan sepenuhnya sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Namun setelah mendapat seruan dari koordinator aksi, massa akhirnya membuka kembali jalur agar arus lalu lintas bisa berjalan.
“Hampir 90 persen permukiman Desa Eretan Wetan terendam. Bukan hanya rumah warga, tapi juga sekolah, tempat ibadah, serta berbagai sarana dan prasarana lainnya,” ujar Supriyanto, koordinator lapangan aksi.
Menurut warga, banjir rob telah menjadi bencana tahunan yang kini makin parah. Mereka menilai pemerintah daerah maupun pusat tidak serius mencari solusi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut, maka warga menuntut janji yang di ucapkan oleh Pemerintah dalam hal ini Bupati Lucky Hakim , sampai saat ini belum terealisasi Hingga pukul 14.00 WIB, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan (Duliman)















