Pelita News, Indramayu – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu terus mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi melalui program pelatihan kerja.
Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda melalui Kepala UPTD BLK, Asep Kurniawan mengatakan untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi pihaknya menggelar berbagai program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja. Program-program tersebut kata dia dilaksanakan rutin setiap tahun dan terbagi dalam berbagai tahap seperti Tahun Anggaran (TA) 2023 ini.
Untuk tahap 1 TA 2023, sambungnya terbagi dalam tujuh paket kejuruan yakni 1. Pipe Welder GTAW-SMAW 6G UP HILL/HLO-45, 2. Plate Welder SMAW 3G-UP PF, 3. Service Sepeda Motor Sistem Injeksi, 4. Desainer Grafis Madya, 5. Menjahit Pakaian sesuai style, 6. Digital Marketing dan 7. Commercial Make Up Artis.
“Masing-masing paket kejuruan itu diikuti oleh 16 peserta, total 112 orang,” kata dia usai penutupan tiga paket kejuruan di Aula BLK setempat, Selasa (23/5/2023).
Asep Kurniawan menyebutkan dari tujuh paket kejuruan itu jam pelajaran (JP)nya berbeda-beda mulai dari 160 JP atau 22 hari hingga 420 JP atau 55 hari sehingga waktu penutupannya juga berbeda-beda seperti Commercial Make Up Artis hanya 160 JP/22 hari.
“Pelatihan kejuruan Commercial Make Up Artis telah ditutup pada 3 Mei 2023 dan tiga paket kejuruan lainnya yakni Desainer Grafis Madya, Menjahit Pakaian sesuai style, dan Digital Marketing masing-masing 260 JP/35 hari di tutup Selasa 23 Mei 2023,” sebut Asep sapaan akrabnya.
Sementara untuk Service Sepeda Motor Sistem Injeksi dengan jam pelajaran 260 JP/37 hari akan ditutup pada 25 Mei 2023. Kemudian paket kejuruan Plate Welder SMAW 3G-UP PF, 340 JP/45 hari pada 8 Juni dan Pipe Welder GTAW-SMAW 6G UP HILL/HLO-45, 420 JP/55 hari akan ditutup pada 21 Juni 2023.
“Dengan mengikuti program pelatihan kerja di BLK Disnaker Indramayu para peserta dapat memperoleh keahlian sesuai bidang kompetensinya dan dengan memiliki keahlian itu diharapkan bisa mempermudah mencari pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan sendiri,” ucapnya.
Usai mengikuti pelatihan tersebut, sambungnya, para peserta akan mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bandung Barat pada 24 Mei 2023.
“Uji Kompetensi itu untuk mengetahui layak dan tidaknya para peserta mendapatkan sertifikat keahlian,” tutupnya.
Kasubag UPTD BLK Disnaker, Akhmad Duni menambahkan, anggaran untuk pelatihan itu bersumber dari APBN melalui DIPA Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. (saprorudin)















