Pelita News | Cirebon.— Kota Udang kembali unjuk gigi di kancah internasional! Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon sukses menggelar Seminar Internasional CICES 2025 dengan skala yang mengejutkan: diikuti 1.036 peserta dari dalam dan luar negeri, serta menghadirkan delegasi dari 10 negara!

Diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Sains (FPS) UGJ, seminar International Conference on Education and Science (CICES) ini mengusung tema SISAK Sains, Inovasi, Sains, dan Karakter dan menjadi ajang intelektual bergengsi yang menghubungkan pemikir global dalam satu panggung keilmuan.
Acara digelar hybrid, serentak di 9 ruang (offline dan online), dari Auditorium Fakultas Kedokteran UGJ lantai 7, Selasa (8/7/2025), dan dipenuhi antusiasme luar biasa dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga pakar internasional.
“CICES ini spektakuler. Ada 40 artikel ilmiah dari luar negeri! Ini bukti bahwa UGJ mampu bersaing di tingkat global,” tegas Dr. H. Endang Herawan, M.M., Dekan FPS UGJ, yang juga menyebut seminar ini sebagai langkah konkret internasionalisasi kampus.
Tak hanya itu, Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, dengan bangga menegaskan bahwa CICES merupakan bagian dari strategi besar kampus dalam meneguhkan eksistensinya sebagai “World Class University”.
“UGJ sudah akreditasi unggul. Kami sedang membangun sistem kampus digital berbasis karakter, dan CICES adalah bukti keseriusan kami,” tegas Prof. Faqih, yang juga memperkenalkan program terobosannya: Fishing Professor pengiriman dosen ke luar negeri sebagai narasumber dan undangan pakar asing ke UGJ.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. Mukarto Siswoyo, menyebut CICES 2025 sebagai “milestone penting” bagi UGJ untuk tampil lebih agresif dalam peta akademik dunia.
“CICES bukan sekadar seminar. Ini momentum untuk membentuk SDM yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi era kecerdasan buatan. Pendidikan harus tetap memegang nilai etika di tengah gempuran teknologi,” tegas Prof. Mukarto.@Bams















