
Pelita News I Indramayu – Kabupaten Indramayu bakal ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jabar 2026 kien mengerucut, pasalnya kesiapan venue yang bakal dipakai untuk tempat pertandingan berabagai cabang olahraga (cabor) even empat tahunan tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) itu di monitoring dan di evaluasi (monev) oleh tim Peparda Jabar, Rabu (11/06/2025).
Didampingi pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Indramayu dan perwakilan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Indramayu, Tim Peparda Jabar meliputi jajaran NPCI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Dispora Jabar monev venue di berbagai lokasi seperti komplek olahraga di Perumahan Bumi Patra, Sport Center (SC), Gor Singalodra, perhotelandan gedung Embarkasi Haji Indramayu.
Wasekum NPCI Provinsi Jabar, H. Dodi mengaku kedatangan tim Peparda Jabar ke Indramayu untuk mengetahui sejauh mana kesiapan venue-venue yang bakal dijadikan tempat pertandingan Peparda VII Jabar 2026 nanti baik itu indoor maupun outdoor. Pada Peparda 2026, kata dia, cabor-cabor yang akan dipertandingkan sebanyak 17 cabor. Ke- 17 cabor itu yakni 1. Atletik, 2. Panahan, 3. Renang, 4. Bulutangkis, 5. Tenismeja, 6. Catur, 7. Tenvin Bowling, 8. Angkat Berat, 9. Menembak, 10. Boocia, 11. Lawn ball, 12. Goal ball, 13. Sepeda Balap, 14. Tenis Lapangan Kursi Roda, 15. Judo, 16. Taekwondo dan 17. Anggar.
Dari hasil monev itu, sambungnya, tim akan melihat seperti apa persiapan venue hingga ideal dipergunakan.
“Untuk kelancaran pertandingan nanti, kami monev venue olahraga di Indramayu, Intinya, karena event empat tahunan tingkat Provinsi Jabar itu pesertanya adalah para atlet disabilitas maka venue-venue itu harus ramah disabilitas,” tegas Dodi didampingi Ketua NPCI Indramayu, Suprayitno.
Ditambahkan, dengan digelarnya Peparda Jabar di Kabupaten Indramayu tentunya selain akan menimbulkan multi efek perekonomian juga akan memiliki sarana dan prasarana olahraga yang representatif.
Sementara itu, Plt Kepala Dispara Indramayu, Winaryo melalui Kabid Olahraga, Karsono membenarkan Tim Peparda Jabar terdiri dari Bidang Pertandingan, Akomodasi, dan Bidang Sarana dan Prasarana Olahraga monev venue di berbagai lokasi. Bidang Sarana, lanjutnya, meninjau lapangan yang ada di Perumahan Bumi Patra termasuk sarana yang dikelola Pemkab Indramayu dan jika tempatnya kurang akan meninjau lapangan yang dikelola oleh perorangan atau masyarakat.
Bidang Akomodasi meninjau hotel-hotel di Indramayu untuk mengetahui sejauh mana kekuatan hotel yang ada dan Bidang Anggaran membahas soal kebutuhan anggaran dengan Bappeda, BKAD Indramayu dan tim anggaran Peparda Provinsi Jabar.
“Dengan kedatangan tim Peparda Jabar diharapkan mulai mengerucut terkait anggaran termasuk sarana prasarana dan termasuk kesiapan penginapan,” ucapnya.
Karsono juga berharap dari 17 cabor yang akan dipertandingkan bisa dipertandingkan semua di Indramayu, hanya saja, kata dia, karena masih ada kendala sarana yang belum siap untuk tiga cabor seperti atletik, tenvin bowling dan balap sepeda maka bowling kemungkinan akan dipertandingkan di Kota Bandung, balap sepeda di Cimahi sementara untuk nomor atletik akan diperjuangkan dan harus bisa dipertandingkan di Indramayu. @safaro















