Pelita News I Indramayu – Seorang warga asal dari Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Maryam (60) dalam keadaan sakit stroke. Dia sakit usai terlantar dan dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kondisinya, saat ini sangat memprihatikan.
Meskipun telah mendapatkan perawatan darurat dari sukarelawan, status keberlanjutan hidup dan penanganan medis jangka panjangnya masih belum mendapatkan kepastian dari pihak terkait.
Menurut sala satu relawan, Lina, Maryam sebelumnya ditemukan terlantar di Malaysia sebagai pekerja migran ilegal tanpa dokumen resmi maupun pemberi kerja.
“Atas dasar kemanusiaan, seorang warga Indonesia yang bekerja di Malaysia mengurus seluruh proses kepulangan dan biaya tebusan di KBRI agar Ibu Maryam dapat kembali ke tanah air,” ucap Lina, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, setibanya di bandara, Maryam diantarkan kepada satu-satunya kerabat yang tersisa, yakni kakaknya di BTN Lama Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu.
“Namun, kondisi sang kakak yang sudah sepuh dan mengalami kesulitan ekonomi membuat perawatan Ibu Maryam menjadi tidak memungkinkan,” terang Lina.
Kondisi Kesehatan yang memburuk
saat pertama kali tiba, Maryam dalam kondisi menderita stroke namun tanpa luka fisik.
“Setelah satu bulan berada di kediaman kerabatnya yang terbatas secara ekonomi, kondisinya memburuk drastis. Ia ditemukan dengan luka infeksi parah di beberapa bagian tubuh hingga mengeluarkan aroma tidak sedap,” terang Lina.
Beruntung, aksi cepat sukarelawan dan bantuan tim medis (bidan desa) berhasil memberikan penanganan luka sehingga kondisi kesehatannya kini mulai membaik.
Maryam kini tinggal sementara di rumah Ketua RT setempat dan dikategorikan hidup sebatang kara karena minimnya dukungan keluarga yang mampu secara fisik maupun finansial.
“Kami mengetuk pintu hati pemerintah daerah, instansi terkait, maupun dermawan untuk memberikan atensi khusus terkait
penanganan medis berkelanjutan untuk penyakit stroke dan pemulihan luka infeksi,” ucapnya.
Kepastian tempat tinggal atau panti sosial yang layak bagi lansia sebatang kara.
Bantuan logistik dan kebutuhan dasar sehari-hari. Lina tidak sendiri ada tim dari Jabar Bergerak yang peduli dengan kondisi Maryam.
“Intinya Ibu Maryam ini sebatang kara. Kami sudah menghubungi berbagai pihak mulai dari desa hingga Dinsos, namun hingga detik ini belum mendapatkan jalan keluar yang jelas,” tutupnya. @safaro















