Cirebon | Pelita News – Pemerintah Kabupaten Cirebon akhirnya mempercepat pengisian kekosongan jabatan kepala sekolah yang di sejumlah satuan pendidikan berlangsung hingga hampir dua tahun.

Di awal 2026, sebanyak 294 kepala sekolah resmi dilantik, menyusul terbitnya pertimbangan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. untuk membenahi manajemen pendidikan yang selama ini berjalan tanpa kepemimpinan definitif di ratusan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan pelantikan dilakukan sejak awal tahun agar proses pembenahan sekolah bisa segera berjalan.
“Ini kami jadikan momentum awal tahun. Target kami, Februari seluruh kepala sekolah sudah menempati sekolah masing-masing. Ada sekolah yang kosong hampir dua tahun, jadi begitu pertek dari BKN turun langsung kami laksanakan pelantikan,” ujarnya.
Ronianto menjelaskan, pelantikan mencakup rotasi dan promosi kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Pada jenjang TK, dilakukan satu rotasi dan dua promosi (total 3 kepala sekolah).
Di jenjang SD, sebanyak 174 kepala sekolah dirotasi dan 86 dipromosikan (total 260).
Sementara di jenjang SMP, dilakukan 26 rotasi dan 5 promosi (total 31 kepala sekolah).
“Total yang dilantik hari ini ada 294 orang,” tegasnya.
Meski demikian, kekosongan jabatan belum sepenuhnya teratasi. Masih terdapat 116 kepala sekolah yang belum dilantik karena menunggu terbitnya pertimbangan teknis dari BKN.
“Begitu pertek turun, kami pastikan langsung dilantik,” katanya.
Dengan terisinya posisi kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di satuan pendidikan, Ronianto berharap pengelolaan sekolah bisa berjalan lebih optimal dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.
“Ketika manajemen sekolah terisi penuh, kualitas pengelolaan meningkat dan mutu pendidikan otomatis terdongkrak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho, menyebut pelantikan ini sebagai jawaban atas persoalan kekosongan pimpinan sekolah yang selama ini menjadi kendala dalam pencapaian kinerja pendidikan.
“Pelantikan dilakukan setelah pertek dari BKN keluar. Jumlahnya 294 orang,” jelas Ade.
Ia optimistis, dengan kepemimpinan sekolah yang sudah definitif, kinerja pendidikan di Kabupaten Cirebon akan lebih maksimal, terutama di sekolah-sekolah yang sebelumnya dipimpin oleh pelaksana tugas.
“Mudah-mudahan pelayanan pendidikan kepada masyarakat semakin baik dan target kinerja pendidikan bisa tercapai,” pungkasnya.@Sur















