Indramayu, PN
Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina, SH, MH, CRA mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Indramayu bersinergi untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah khususnya di bidang kesehatan.
Ajakan itu disamapikan Bupati Indramayu saat menghadiri “Temu Silaturahmi IDI Cabang Indramayu dengan Bupati Indramayu, di Aula Hotel Trisula, Selasa (5/7/2022).
Hadir pada kesempatan tersebut, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasionl Indonesia (PPNI) Cabang Indramayu dan undangan lainnya.
Nina Agustina mengucapkan terima kasih temu silaturahmi dengan IDI terjalin dengan baik. Dari silaturahmi itu kata dia, pihaknya mengajak bersinergi agar IPM bidang kesehatan di Kabupaten Indramayu lebih baik lagi termasuk bersama-sama menurunkan angka stunting.
Bupati juga mengucapkan terima kasih atas ketja keras dan kerja samanya semua tenaga kesehatan khususnya para dokter sebagai garda terdepan dalam menangani pandemic COVID-19, pelaksanaan percepatan vaksinasi dosis 1, 2 hingga booster.
“Terima kasih bapak ibu tenaga kesehatan, peran bapak ibu sangat besar dalam menangani pandemic COVID-19 dan penurunan angka stunting,” kata Bupati usai temu silaturahmi.
Dikatakan, IDI sebagai oraganisasi yang sudah tertata dengan baik diharapkan akan dapat menunjukan prestasi yang baik pula. Selain dapat menunjukan eksistensinya sebagai organisasi besar, IDI Cabang Indramayu juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kota Mangga di bidang kesehatan.
“Peran mereka dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka peningkatan IPM bidang kesehatan. Peran mereka pun sangat besar dalam penurunan angka stunting. Terima kasih untuk semuanya,” ucap Bupati.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Indramayu, Deden Bonni Koswara mengaku bersyukur temu silaturahmi dengan Bupati Indramayu terjalin dengan baik.
Temu silaturahmi itu kata dia, sebagai bentuk solidaritas antara anggota IDI dan Bupati untuk bersinergi mewujudkan Visi Misi Indramayu Bermartabat.
Pihaknya mengaku siap bersinergi dan akan mengikuti program-program yang ada seperti penurunan angka stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), vaksinasi Covid-19, pencegahan serta penanganannya.
“Bupati Indramayu berkomitmen untuk menurunkan angka stunting. Komitmen itu terangkum dalam 99 program prioritas yang digagasnya. Intinya, berkat komitmen itu angka stunting di Kota Mangga mengalami penurunan, prevalensi stunting pada 2019 angkanya 29,9 persen sekarang 14,4 persen,” beber Direktur RSUD Indramayu ini.
Menyinggung ajakan Bupati untuk meningkatkan IPM, Deden menegaskan ajakan itu sangat berkaitan erat, karena peningkatan IPM salasatunya bidang kesehatan meliputi indek angka harapan hidup sedang digenjotnya.
Dalam kaitan itu, sambungnya, bagaimana dokter (IDI) dengan tupoksinya bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk menaikan angka harapan hidup di Indramayu.
“Kami menginginkan agar paradigma di masyarakat dirubah dari pengobatan ke preventif (pencegahan). Artinya, mengobati itu lebih besar biayanya dari pada pencegahan. Masyarakat agar lebih aktif lagi dalam rangka menurunkan sakit dan kematian,” tambah Deden. (saprorudin)















