Cirebon Timur, PN
Meski ditengah polemik yang terjadi di internal pihak berkepentingan, geliat Pembangunan Revitalisasi Pasar Losari Kidul, Kecamatan Losari terus di kebut dan tetap berlanjut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk prioritas dalam memperhatikan kepentingan para pedagang yang sudah 18 bulan lamanya berada dilokasi pasar darurat yang dirasa jauh dari kata nyaman. Adapun terkait polemik yang saat ini tengah terjadi, sudah seharusnya juga dari pihak PT Dwikarya Primajaya selaku Developer yang berwenang penuh atas pembangunan tersebut agar dapat duduk dan bermusyawarah bersama Pemerintah Desa Losari Kidul, BPD maupun Panitia Pembangunan semata – mata lebih kepada prioritas nasib para pedagang.
Ketua Panitia Pembangunan Revitalisasi Pasar Losari Kidul, Syamsul Arif mengatakan, muara polemik yang terjadi di duga adanya unsur kekecewaan dan ketidak puasan dari pihak Pak Ali Pandu kepada Pemdes. Sedangkan pihak Pak Jabar intinya siap untuk mengikuti Pak Ali, namun yang terpenting bagaimana pasar supaya segera terbangun. Sementara dari pihak PT Dwikarya Primajaya dalam hal ini Pak Ali dari mulai Februari 2022 hanya memberikan janji yang tidak pasti kepada Pemdes maupun Panitia untuk kelanjutan pembangunan. “Urusan karyawan dan security tiap bulannya harus dibayar dan semuanya ditanggung atau dibiayai oleh Pak Jabar. Pak Ali sendiri tidak pernah datang ke lokasi pembangunan pasar dan kalaupun datang hanya sesekali, itupun hitungan jam,“ tuturnya.
Untuk itu, Syamsul Arif mempersilahkan Pak Ali selaku pihak PT Dwikarya Primajaya untuk duduk bersama urung rembuk kedepannya bagaimana dan teknisnya bagaimana. Selaku Ketua Panitia, Pemdes dan dari pihak BPD sendiri sebetulnya siap duduk bersama untuk memfasilitasi apa yang menjadi bentuk kekecewaan Pak Ali selaku pihak PT Dwikarya Primajaya. “Kami siap fasilitasi pihak PT Dwikarya Primajaya dan saya selaku Ketua Panitia beserta jajarannya masih solid bersama Pemdes dan BPD untuk tetap fokus mempercepat pembangunan Pasar Losari Kidul,“ imbuhnya. (Ries)















