Kabupaten Cirebon,PN
Hampir 2000 peserta didik SMKN 1 Jamblang Kabupaten Cirebon laksanakan Pembelajaran Tata Muka (PTM), namun bukan kali ini bukan merupakan hal yang baru dilaksanakan, akan tetapi PTM terbatas sudah dilaksanakan sejak semester ganjil lalu, dan hingga saat ini pelaksanaan PTM tetap dilaksanakan. Banyak hal yang sudah dilaksanakan, sebelum dilaksanakannya PTM di SMKN 1 Jamblang berjalan, hal tersebut tentunya sesuai dengan arahan dan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah tentang PTM.
Menurut Christana,S.ST Par.MM Kepala SMKN 1 Jamblang melalui H.Ahmad Sahroni, S.Pd,M,Si Wakasek Kurikulumnya mengatakan, awalnya PTM yang dilaksanakan SMKN 1 Jamblang di bulan September 2021 (semester ganjil), tidak keseluruhan siswa bisa melaksanakan PTM terbatas secara langsung, akan tetapi saat itu PTM terbatas hanya bisa diikuti oleh 50 persen dari jumlah siswa yang ada di setiap harinya.
“awalnya tidak semua siswa, tapi hanya 50 persen saja,”katanya.
Lebih lanjut, di semester genap PTM terbatas tetap dilasanakan, namun di semester genap PTM terbatas bisa diikuti oleh keseluruhan siswa SMKN 1 Jamblang, selain itu pemberian materi kepada siswa tidak seperti sebelum pandemi covid 19 yang jam pembelajaran bisa penuh, di PTM terbatas terdapat keterbatasan waktu pemberian materi pembelajaran yang diberikan hanya 6 jam pelajaran di setiap harinya, namun semua mata pelajaran sesuai jadwal bisa disampaikan.
“kami sudah PTM terbatas sejak semester ganjil tepatnya pada bulan September dengan diikuti jumlah siswa sebanyak 50 persen, dan di semester genap PTM terbatas tetap dilaksanakan dan diikuti seluruh peserta didik yang ada, bedanya di jam pembelajaran saja,”lanjutnya.
H.Ahmad Sahroni, S.Pd,M,Si juga bersyukur, untuk tenaga pendidik di SMKN 1 Jamblang lebih dari 90 persen dari jumlah yang ada, tenaga pendidiknya sudah dilakukan vaksinasi covid 19, tak hanya itu untuk peserta didiknya juga diatas 90 persen sudah divaksinasi.
“Alhamdulillah, tenaga pendidik kami sudah 90 persen di vaksin dan siswa sudah diatas 90 persen yang di vaksin, dan seluruhnya sudah dua kali di vaksinasi, sisanya guru yang belum di vaksin karena alas an penyakit bawaan, namun guru yang belum di vaksin juga melakukan pemberian pembelajaran menggunakan daring,”ucapnya.
Ia juga sampaikan, untuk siswa yang sedang mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) baik diindustri maupun di lokasi perkantoran, sudah dilaksanakan vaksinasi dan yang pastinya semua siswa yang sedang melaksanakan PKL tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) covid 19.
“siswa semua sudah di vaksin, dan untuk siswa yang PKL pasti harus taati protokol kesehatan, terutama yang 5 M,”paparnya.
PTM terbatas yang telah dilaksanakan hingga saat ini tidak ada kendala saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, sehingga menurutnya PTM banyak dinanti oleh peserta didik, selain itu untuk sistem penerapan protokol kesehatan juga terus dilakukannya baik disaat KBM maupun saat selesai KBM.
“tidak ada kendala saat PTm terbatas, dan kami juga untuk penerapan jarak siswa saat KBM terus dilakukan sesuai dengan Prokes, seperti jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, gunakan hand sanitizer, dan menghindari kerumunan,”ungkapnya.
Sementara itu Christana,S.ST Par.MM Kepala SMKN 1 Jamblang melalui H.Ahmad Sahroni, S.Pd,M,Si Wakasek Kurikulum menyampaikan untuk seluruh siswa terus untuk menerapkan prokes covid 19 baik dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah dan tetap mejaga kesehatan masing-masing serta tetap semangat dalam belajar, selain itu juga Ia berharap dengan telah dilasanakannya PTM terbatas peserta didik SMKN 1 Jamblang Kabupaten Cirebon bisa menyerap seluruh materi pembelajaran yang diberikan dengan waktu yang terbatas dan mampuh memanfaatkan peluang secara maksimal.
Terpisan Nur Alfiah Adim, S.Pd Koordinator K7 Wakasek Bidang Hubungan Industri pada kesempatanya juga turut menyampaikan, dengan telah dilaksanakannya PTM terbatas di SMKN 1 Jamblang yang bisa diikuti oleh seluruh siswa, Ia meminta kepada seluruh siswanya bisa lebih fokus saat KBM berlangsung dan mampuh menyerap materi pembelajaran yang diberikan semaksimal mungkin, sehingga dengan waktu yang dinilai sangat terbatas, materi yang diberikan tenaga pendidik tidak sia-sia.(Sur)















