Pelita News I Indramayu – Sekolah Rakyat kini hadir di Kabupaten Indramayu. Kehadiran sekolah berbasis asrama, pemberian makanan bergizi, serta kurikulum khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa ini ditegaskan oleh Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono saat berkunjung ke Indramayu, kemarin.
Kehadiran mereka menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen pemerintah pusat terhadap program sekolah rakyat. Didampingi Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mereka berdialog bersama calon siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Indramayu, di Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu.
Gus Ipul, menyampaikan pada tahun ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di 65 titik di Indonesia dengan jumlah siswa hampir mencapai 16.000 orang.
“Mengapa Indramayu terpilih? Karena bupatinya hebat dan cekatan sehingga berhasil mendapatkan kesempatan,” ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan, para calon siswa Sekolah Rakyat terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan yang menemukan sebagian besar mengalami masalah gigi, anemia, dan gizi buruk. Meski begitu, semua anak tetap diterima tanpa seleksi akademik. Siswa akan dibimbing hingga perguruan tinggi serta diarahkan menuju dunia kerja, dengan bantuan pemetaan minat dan bakat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, kata Gus Ipul, siswa juga akan mendapat fasilitas pendidikan yang lengkap, mulai dari asrama dengan pola makan disiplin tiga kali sehari dan dua kali kudapan, seragam delapan set, hingga laptop yang diberikan Presiden. Di malam hari siswa akan dibekali pendidikan karakter dan agama, sementara pagi hari diisi dengan pembelajaran formal.
“Untuk sementara kegiatan belajar ditempatkan di BLK Indramayu. Pada 2 Oktober 2025, siswa akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tahun depan, gedung permanen akan dibangun di Desa Cikawung di atas lahan tujuh hektare yang disiapkan Pemkab Indramayu bersama Pemprov Jawa Barat, dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA,” tambahnya.
Keharuan terlihat dari kisah para calon siswa, seperti Nisa Ramdani (9), yang tinggal bersama ibunya yang mengalami gangguan mental setelah ditinggal ayah sejak kecil; Kurniawati, yang sempat putus sekolah meski baru sebulan masuk SMP; dan Naisila Anandia (15), lulusan SD yang bercita-cita menjadi dokter namun terpaksa berhenti sekolah tiga tahun lalu.
Selain anak-anak, orang tua calon siswa juga menyampaikan rasa syukurnya. Dodo, ayah dari Kurniawati, mengaku lega putrinya bisa kembali mengenyam pendidikan. Senada, Nurbuat, ayah dari Naisila Anandia asal Kandanghaur merasa bangga dan terharu anaknya terpilih sebagai calon siswa dan berharap anaknya memiliki masa depan lebih baik.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Mensos dan Wamen yang telah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak Indramayu.
“Asupan gizi dan pendidikan adalah kunci masa depan anak. Terima kasih atas kehadiran Pak Presiden, Menteri, dan Wamen yang telah meningkatkan harkat dan martabat anak-anak Indramayu. Program ini nyata dan penuh kepedulian,” ujarnya.
Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap pendidikan anak bangsa, agar tumbuh cerdas, setara, dan berdaya saing demi Indonesia yang lebih maju.
“Kehadiran Sekolah Rakyat di Indramayu merupakan solusi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berbasis asrama, pemberian makanan bergizi, serta kurikulum khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa,” ucapnya. @safaro















