Pelita News, Indramayu – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan menerima kunjungan tim instansi Bea dan Cukai yang terdiri dari Bea dan Cukai Pusat dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan, Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Cirebon dalam rangka Site Visit dan Sosialisasi Peraturan Kepabeanan Kegiatan Ekspor/Impor di Refinery Unit VI Balongan.
Hadir pada kegiatan ini Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT KPI Isnanto Nugroho Suseno, VP Procurement, Operation & Asset Management M. Rizal Eswid S., Pjs. General Manager PT KPI Unit VI Balongan Iwan Kurniawan, Tim Manajemen, perwakilan Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB), Perwakilan PT KPI Pusat, pekerja dari fungsi terkait dan dari RU lainnya.
Direktur Teknis Kepabeanan Dirjen Bea Cukai Fadjar Donny Tjahjadi, Kepala Sub Direktorat RKPP AEO Weko Leokitardjo, Kepala Sub Direktorat Klasifikasi Barang Panca Putra Jaya, Kepala KPPBC TMP Cirebon Abdul Rasyid beserta perwakilan jajaran anggota masing-masing instansi.
Pjs. General Manager RU VI Balongan Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa Kilang RU VI merupakan kilang strategis terlebih karena mensuplai kebutuhan BBM Ibu Kota Jakarta bersama Banten dan Jawa Bagian Barat.
Kerja sama antara RU VI dan Bea Cukai kata dia telah memberikan dampak positif bagi kedua pihak yang berdampak positif bagi masyarakat dan negara.
“Semoga sinergi yang telah berjalan dapat memberikan kelancaran penyediaan bahan baku ataupun material bagi RU VI dalam memproduksi BBM dan melalui Bea Cukai penerimaan Bea yang masuk menjadi kekayaan negara sehingga penyedian BBM nasional terus terpenuhi dan pemasukan negara pun bertambah yang pada akhirnya semua manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” kata Iwan dalam keterangannya, Kamis (3/8/2023).
Iwan menjelaskan RU VI berkomitmen untuk memenuhi persyaratan sertifikasi sebagai AEO.
“RU VI siap memberikan data-data dan ketentuan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan sebagai AEO,” terangnya.
Dengan menjadi AEO yang merupakan operator ekonomi yang mendapat pengakuan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sambungnya, sehingga mendapatkan perlakuan khusus terkait kegiatan impor/ekspor tentunya akan memperlancar kegiatan produksi ataupun maintenance yang dikerjakan RU VI.
Iwan juga turut mengapreasiasi penghargaan yang telah di berikan Bea dan Cukai Cirebon kepada RU VI sebagai Kontibutor Penerimaan Bea Masuk Terbesar kategori Importir Umum.
“Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi telah berjalan dengan baik, semoga kedepannya kerja sama yang baik ini terus meningkatkan dan menghasilkan manfaat positif bagi bangsa dan negara,” pungkas Iwan.
Hal serupa dikatakan Direktur SDM & Penunjang Bisnis Isnanto Nugroho Suseno. Menurutnya, bahwa kelancaran produksi RU VI merupakan hasil dari sinergi dan kerjasama yang baik dari stakeholder yang sala satunya Bea Cukai.
“Semoga sinergi dan kerjasama yang baik ini dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi,” kata Isnanto.
Isnanto berharap semoga apa yang tengah diusahakan oleh RU VI untuk memperoleh status sebagai Authorized Economic Operator yang selanjutnya disebut AEO dari Bea dan Cukai dapat terpenuhi.
Sementara itu, Direktur Teknis Kepabeanan Dirjen Bea Cukai, Fadjar Donny Tjahjadi mengungkapkan bahwa RU VI merupakan asset yang berharga dalam industri minyak dan gas dalam negeri.
“Manfaat RU VI sangat vital bagi pemenuhan energi dalam negeri, untuk itu kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan baik demi menjaga kelancaran proses produksi BBM RU VI,” ungkapnya.
Adapun terkait pemenuhan RU VI sebagai AEO Fadjar mengungkapkan Tim Bea dan Cukai akan mendukung dan membantu pemenuhan hal tersebut sesuai aturan yang berlaku. (saprorudin)















