Cirebon | Pelita News.— OJK Cirebon terus jadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari masalah di sektor keuangan. Hingga April 2025, tercatat sebanyak 555 layanan konsultasi dan pengaduan konsumen telah ditangani, sebagian besar datang langsung ke kantor OJK Cirebon. Artinya, makin banyak masyarakat yang berani bicara dan ingin menyelesaikan masalah keuangan mereka secara resmi. Ungkap Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib.
Pinjol & Fintech Paling Banyak Diadukan, Dari seluruh layanan, fintech lending atau pinjaman online (pinjol) menempati urutan teratas aduan masyarakat, yakni sebanyak 195 kasus atau 35,14% dari total laporan. Ini menandakan praktik pinjol masih menyisakan masalah serius di lapangan.
Disusul pengaduan terkait bank umum (26,67%), lalu keluhan pada perusahaan pembiayaan (11,35%), dan entitas ilegal (4,14%). Maraknya entitas ilegal ini menunjukkan pentingnya masyarakat untuk selalu cek legalitas sebelum menggunakan layanan keuangan.
SLIK & Permintaan Keringanan Angsuran Juga Ramai, OJK juga menerima banyak konsultasi terkait SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) sebanyak 135 layanan, serta laporan tentang penipuan sektor keuangan dan permintaan keringanan angsuran kredit, yang menandakan masih banyak masyarakat terdampak kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Siapa Saja yang Melapor? Mayoritas Adalah Masyarakat Umum, Menariknya, mayoritas pengaduan datang dari kalangan masyarakat umum (94%), disusul pelajar/mahasiswa dan ibu rumah tangga. Dari sisi gender, laki-laki sedikit lebih dominan (52,61%) dibanding perempuan.
Kabupaten Cirebon Jadi Wilayah Paling Banyak Mengadu, Dari segi wilayah, Kabupaten Cirebon jadi penyumbang pengaduan terbanyak (43%), diikuti Kota Cirebon dan Kuningan.
Kepala OJK Cirebon Ajak Masyarakat Jangan Takut Lapor, OJK Cirebon terus mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi atau mengadu, baik secara langsung, lewat telepon, maupun melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). “Lebih baik konsultasi dulu daripada menyesal kemudian,” begitu pesan Agus Muntholib kepada masyarakat.
Dengan makin tingginya angka konsultasi, ini menjadi pertanda bahwa literasi keuangan meningkat dan warga makin sadar pentingnya perlindungan dalam menggunakan layanan keuangan.@Bams















