Pelita News Kabupaten Cirebon
Pelaksanaan pekerjaan proyek betonisasi jalan Klangenan-Panguragan Kabupaten Cirebon diduga mandeg, pasalnya berdasarkan informasi yang dihimpun oleh warga sekitar proyek tersebut diduga kuat sudah hampir satu bulan lamanya tidak terlihat aktivitas pekerjaan yang bekerja seperti sebelumnya, tak hanya itu juga proyek yang menelan anggaran yang cukup besar itu diduga kuat tidak transparan, terlihat disekitar lokasi pekerjaan tidak ada direksi kit dan papan proyek sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik. Tak sampai disitu pekerjaan yang diduga mandeg, diduga kuat dirasa membuat warga susah untuk melintasi akses jalan yang saat ini diperboden.
Menurut Agus warga Desa Jemaras Kidul Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon kepada Jurnalis Harian Pelita News menegaskan, adanya pembangunan yang saat ini diduganya mandeg membuat banyak kerugian bagi masyarakat salah satunya penggunaan jalan dan masyarakat yang sedang usaha dagang disepanjang jalur itu.
Agus menerangkan bahwa akibat jalan itu diperboden banyak aktivitas warga yang menggunakan kendaraan terutama kendaraan roda empat terpaksa harus melewati jalur lainnya, dikarenakan jalan itu tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.
Tak hanya itu pedagang juga diduga mengalami penurunan omset akibat kurangnya masyarakat yang menggunakan jalan itu.
“Yang memiliki usaha disitu juga terganggu karena akses jalan belum bisa dilalui, pastinya omset juga turun karena yang menggunakan mobil tidak bisa lewat situ, belum lagi masyarakat harus muter dulu,”terangnya.
Agus juga merasa heran dengan pelaksanaan pekerjaan itu, menurut Agus diduga kuat tidak adanya keterbukaan informasi terkait pekerjaan tersebut sehingga masyarakat tidak mengetahui anggaran yang digelontorkan untuk pekerjaan itu, tak hanya itu untuk spesifikasi pekerjaan juga biasanya terpampang atau tersedia didalam direksi kit, namun Agus menduga pihak pelaksana dan pengawasan ada kerjasama sehingga hal itu diduga kuat adanya pembiaran oleh pihak pengawas dinas.
“ini saya duga proyek anggarannya besar, masa papan proyek dan direksi kit nggak ada, kan lucu,”ujarnya.
Agus meminta kepada pihak Dinas terkait untuk segera merampungkan pekerjaan itu, sehingga masyarakat pengguna jalan dan masyarakat lainnya tidak lagi disulitkan dengan harus mencari jalan alternatif lain, dan Ia meminta kepada Dinas PUTR Kabupaten Cirebon untuk segera menegur pihak pelaksana untuk segera memasang informasi keterbukaan terkait spesifikasi dan anggaran pekerjaan itu.
“Kami minta cepat dirampungkan karena ini mau tahun baru, dan Pampang papan proyek serta hal lainnya yang biasa ada diproyek pemerintahan,”pintanya.
Sementara itu Kepala Bidang Pembangunan, Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kabupaten Cirebon ketika dihubungi via WhatsApp nya dengan singkat mengatakan, pekerjaan itu memiliki batas waktu pengerjaan sampai dengan akhir Desember 2023, dan diduga Tomy berdalih bahwa pengecoran itu tinggal dua kali pengecoran lagi.
“Waàlaikumsalam,,,
Mohon maaf baru balas WA nya mas, ijin pekerjaan sampai dgn tgl 29 desember mas, tinggal dua kali pengecoran lagi, nanti malam baru dapat jadual pengecorannya dari Bathcing Plant mas,”pungkasnya.(WS)















