Indramayu, PN
DPD Projo Indramayu mengapresiasi 10 program ungulan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina Da’i Bachtiar dan Lucky Hakim karena dinilai pro rakyat Program tersebut merupakan program prioritas 100 hari kerja pertamanya.
Ketua Umum DPC Projo Kabupaten Indramayu, Agus Suwarjono mengatakan setelah dilantik pada 26 Februari 2021, Nina-Lucky langsung mengmumkan 10 Program untuk 100 Hari Kerja Pertamanya. Mereka bertekad menjadikan ‘Indramayu Bermartabat’ yakni Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur, dan Hebat.
“Kami mengapresiasi 10 program prioritas dalam 100 hari kerja pertamanya Ibu Hj Nina dan Kang Lucky sebagai Bupati-Wakil Bupati. Indramayu memang butuh akselerasi dalam berbagai bidang agar bisa menyusul daerah lainnya.” kata dia dalam pesan whatsappnya, Senin (11/4).
Agus menilai, 10 Program dalam 100 hari pertamanya ini yang berupa Iceta (Indramayu Cepat Tanggap), Ledig (Lebu Digital), Dekat (Desa Kabeh Terang), Alur (Alun-alun rakyat), Dokmaru (Dokter Masuk Rumah), Peri (Perempuan Berdikari), kruwcil (Kredit Usaha Warung Kecil), Bersuling (Berjamaah Subuh Keliling), Jaket (Kejar Paket), dan Lada (Lacak Aset Daerah) harus serius digarap dengan benar dan profesional.
“Misalnya saja, Program Kredit Usaha Warung Cilik (Kruwcil), yakni sebuah program yang memberikan bantuan kredit kepada warung kecil dan UMKM untuk mendorong perekonomian tingkat bawah yang bekerja sama dengan BPR. Program ini harus sustainable atau berkesinambungan, jangan sampai macet di tengah jalan. Harus dikelola secara profesional terutama dengan fihak perbankan,” tegas Agus, mantan Ketua BPC HIPMI Indramayu ini.
Hanya saja kata Agus sedikit meskipun pasangan ini mempunyai visi-misi untuk memajukan pertanian dan perikanan, namun dari 10 program prioritas 100 hari kerjanya ternyata hal tersebut belum tercantum.
“Mudah-mudahan Ibu Nina dan Kang Lucky bisa lebih tajam dan komprehensif dalam program memajukan sektor pertanian dan perikanan, yang berdasarkan konsepnya katanya akan melibatkan kalangan pemuda. Kita lihat saja nanti realisasinya,” sebut alumni Pascasarjana Universitas Trisakti ini.
Agus berharap momentum 100 hari kerja
pertama ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Bupati-Wakil Bupati baru agar kepercayaan atau trust masyarakat semakin meningkat.
“Pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19 mau tidak mau harus menjadi prioritas. Termasuk juga suksesnya program vaksinasi COVID untuk membentuk kekebalan komunitas agar masyarakat Indramayu bisa lebih produktif,” sebutnya.
Agus mengingatkan selain pemulihan sektor ekonomi, dia juga menekankan Bupati-Wakil Bupati memperhatikan catatan KPK mengenai tiga persoalan yang ada di Indramayu yaitu persoalan pengelolaan barang dan jasa, optimalisasi pajak daerah dan manajemen aset daerah.
Ketiga hal tersebut menurut Agus juga harus menjadi skala prioritas untuk diselesaikan agar akselerasi pembangunan di Indramayu berjalan secara maksimal. (saprorudin)















