Kabupaten Cirebon,PN
Bulan Ramadhan 1442 Hijriah sudah didepan mata dan dipastikan aktivitas masyarakat diperkirakan akan meningkat.
Beberapa peraturan dikeluarkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi perluasan penyebaran dan penularan virus covid-19.
Pemerintah Kabupaten Cirebon bersiap mengantisipasi hal tersebut, satgas penanganan covid-19 tingkat Kabupaten termasuk juga satgas penanganan covid-19 tingkat kecamatan dan tingkat desa dan kelurahan harus bekerja ekstra karena jika lengah bukan tidak mungkin kasus terkonfirmasi covid-19 akan naik lagi.
Ditemui diruang kerjanya Kabag Humas Pemkab Cirebon Nanan Abdul Manan kepada Harian Pelita News, senin ( 12/4/21 ) mengatakan salah satu yang sedang digalakkan saat ini dilingkungan wilayah Kabupaten Cirebon adalah vaksinasi yang merupakan ikhtiar bersama untuk menghentikan pandemi covid-19 ” vaksinasi yang kita lakukan saat ini sangat masif bahkan jumlahnya sudah banyak ini salah satu ikhtiar kita untuk menekan perluasan penyebaran dan penularan virus covid-19 ” ujarnya.
Saya berharap dengan program vaksinasi dapat memberikan kekebalan, perlindungan, keselamatan dan kenyamanan serta keamanan bagi diri kita, keluarga maupun sesama atau orang lain ” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Cirebon juga sudah mengeluarkan surat edaran yang merujuk pada peraturan yang diatasnya terkait larangan mudik tahun 2021 ini untuk para ASN dan lainnya ” seperti diketahui pemerintah pusat telah memberlakukan larangan mudik idul fitri 1442 Hijriah atau tahun 2021 Masehi, hal tersebut telah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ) Muhadjir Effendy pada jum’at 26 Maret 2021 lalu karena pertimbangan masih tingginya angka penularan dan kematian akibat virus covid-19, ucap Nanan Abdul Manan.
” Kan sudah ada aturan dari pemerintah pusat, kami Pemkab Cirebon hanya tinggal membuat turunannya, pada intinya kegiatan mudik tahun 2021 ditiadakan adalah untuk kebaikan bersama karena jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Cirebon setiap harinya terus bertambah dan meningkat, saat ini totalnya berjumlah 7.975 orang, yang meninggal dunia sebanyak 377 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh saat ini berjumlah 6.812 orang ” tandasnya.
Ditempat terpisah Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, mengimbau agar masyarakat atau warga Kabupaten Cirebon yang ada diperantauan agar taat dan mematuhi serta mengikuti ketentuan yang sudah dibuat pemerintah terkait larangan mudik, hal tersebut bukan tanpa alasan tetapi untuk mencegah potensi perluasan penyebaran dan penularan virus covid-19 ” situasinya masih pandemi covid-19, saya sebagai Bupati Cirebon meminta masyarakat memahami dan mengerti, tunda dulu pulang kampungnya sekarangkan teknologi sudah maju dan canggih, silaturahminya sementara bisa lewat video call ” ungkapnya.
Terkait kegiatan peribadahan sampai sejauh ini silakan dan diperbolehkan akan tetapi harus tetap menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dan kapasitasnya harus diatur sehingga potensi penyebaran dan penularan virus covid-19 tidak terjadi ” sholat taraweh dan sholat jum’at diperbolehkan tetapi harus tetap memperhatikan protokol kesehatannya ” pintanya.
Bupati Cirebon H. Imron meminta agar satgas penanganan covid-19 tingkat Kabupaten Cirebon termasuk juga satgas penanganan covid-19 tingkat Kecamatan dan desa serta kelurahan untuk terus waspada dan jangan lengah karena saat ini kasus terkonfirmasi covid-19 masih terjadi dan tinggi, mari kita bersama sama untuk mencegah perluasan penyebaran dan penularan virus covid-19, tuturnya.
Untuk pengawasan dan pemantauan serta monitoring kegiatan masyarakat termasuk dibulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, saya meminta agar satgas penanganan covid-19 tingkat kecamatan termasuk keberadaan posko PPKM skala mikro dengan para satgas penanganan covid – 19 nya baik tingkat desa atau kelurahan hingga ketingkat Rw dan Rt harus dapat mengawasi, memantau dan memonitoring langsung termasuk pemantauan, pengawasan dan monitoring datangnya warga dari luar daerah atau warga yang pulang kampung, pungkas Bupati Cirebon H. Imron. ( Nurzaman )
















