Pelita News | Cirebon – Komitmen Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon dalam membangun hubungan dengan sivitas akademika dan mitra kerja kembali diwujudkan melalui program pemberangkatan umrah.
Tahun ini, sebanyak 28 orang mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah melalui program yang digelar Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) bersama UGJ Cirebon.
Program tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pemberangkatan umrah telah menjadi agenda rutin selama 15 tahun, sekaligus menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yayasan dan universitas terhadap orang-orang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan UGJ.
Ketua YPSGJ UGJ Cirebon, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kesalehan sosial sekaligus ungkapan rasa syukur atas perkembangan UGJ dan YPSGJ hingga saat ini.
Menurut Mukarto, setiap tahun yayasan dan universitas menyediakan sekitar 20 tiket umrah. Pesertanya tidak hanya berasal dari kalangan dosen, tetapi juga tenaga kependidikan, petugas kebersihan, petugas keamanan, mahasiswa hingga mitra kerja.
“Ini satu bentuk kesalehan dari yayasan dan universitas. Kami menyakini dengan memberikan tiket umrah kepada sivitas akademik, mulai dari dosen, tendik, OB, security, mahasiswa, partner kerja dari media, dan sekolah-sekolah, merupakan satu bentuk kolaborasi yang baik,” kata Mukarto kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Ia menjelaskan, pemberangkatan umrah juga menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dengan berbagai pihak yang ikut berkontribusi dalam perjalanan UGJ.
Lebih dari sekadar fasilitas ibadah, para peserta diharapkan membawa doa untuk keberlangsungan dan kemajuan kampus.
“Kami berharap ini adalah satu hal yang diridhoi oleh Allah SWT dan kemudian kita akan didoakan oleh mereka tentunya. Yayasan dan universitas ini semakin maju, semakin lebih baik memberikan pelayanan kepada stakeholder dan semakin disukai serta diminati publik,” ujarnya.
Mukarto mengungkapkan, tradisi pemberangkatan umrah tersebut telah dimulai sejak 2011. Tahun ini menjadi pelaksanaan ke-15 dari program yang secara konsisten dipertahankan YPSGJ dan UGJ.
Ia menyebut rasa syukur menjadi salah satu alasan utama program tersebut terus dilaksanakan.
“Yang utama adalah rasa syukur kepada Allah SWT yang selama ini sudah sejauh ini Universitas Swadaya Gunung Jati dan Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati sudah sebaik dan semaju sekarang ini,” tuturnya.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ikatan yang lebih kuat antara yayasan, universitas, sivitas akademika, dan para mitra.
Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, mengatakan pemberangkatan umrah merupakan kegiatan rutin yang menjadi bentuk kepedulian sosial YPSGJ kepada para stakeholder.
“Ini umrah yang ke-15 dari kegiatan rutin, di mana ini bentuk kepedulian sosial dari Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati kepada stakeholder,” kata Achmad Faqih.
Ia berharap ibadah yang dilakukan para peserta dapat menjadi wasilah bagi semakin baiknya perjalanan UGJ dan YPSGJ di masa mendatang.
“Ini merupakan bentuk sosial yang mana dengan wasilah ini kita mudah-mudahan UGJ dan YPSGJ menjadi lebih berkembang, bermartabat dan lebih maju lagi,” ujarnya.
Achmad Faqih juga berharap seluruh rangkaian pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah umrah berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan.
“Karena ridho Allah kita berharap bahwa kita semuanya dapat keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.
Bagi UGJ Cirebon, perjalanan 15 tahun program umrah tersebut menjadi catatan tersendiri. Di tengah perjalanan institusi pendidikan yang terus berkembang, tradisi berbagi dan memberikan apresiasi kepada orang-orang di sekitar kampus tetap dipertahankan.
Tahun ini, 28 orang kembali menjadi bagian dari perjalanan tersebut—membawa harapan, doa, sekaligus rasa syukur dari keluarga besar UGJ Cirebon.@Bams
















