Pelita News Kabupaten Cirebon
Musim kemarau tahun 2023, Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon mendapatkan dampak yang dirasa sangat berdampak pada pelayanan bahkan pada program target pencapaian pelayanan yang telah ditargetkan ditahun 2024, bahkan kemarau kali ini juga sangat berdampak pada sejumlah Water Treatment Plant (WTP) dan mata air yang dimiliki Perumda Air Minum Tirta Jati sehingga terdapat penurunan debit air yang dimiliki.
“kemarau berdampak pada beberapa beberapa penurunan kapasitas baik dari sistem mata air maupun sistem pengolahan ini yang sangat drastis yang sangat berdampak ini dari sistem pengolahan Kita,”ucap Dr.H.Suharyadi,SE.MH Rabu 25/10.
Masih Suharyadi, Perumda Air Minum Tirta Jati saat ini telah menggandeng beberapa badan usaha untuk pengembangan pelayanan disejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, dan hal itu sudah mencapai pada tahapan koordinasi dan tahapan praktek kerjasama yang nantinya dianggap bisa memecahkan permasalahan terkait penyaluran dan pelayan air bersih di Kabupaten Cirebon.
“kami juga akan menggandeng beberapa badan usaha dalam rangka meningkatkan kapasitas seperti untuk wilayah timur, wilayah barat, maupun wilayah utara, dan kami sudah melakukan koordinasi dan praktek kerjasama untuk bisa mengatasi permasalahan di kabupaten Cirebon,”paparnya.
Target pencapaian tahun 2023, Perumda Air Minum Tirta Jati menargetkan sebanyak 2424 pelanggan baru, akan tetapi dengan berbagai pertimbangan dan mengingat kemarau El Nino yang dinilainya sangat panjang juga membuat dampak pada pencapaian Terget, namun hal itu juga bukan menjadi halangan, pihaknya akan terus berusaha mencapai Terget pencapaian pelanggan baru sesuai target yang telah ditentukan.
“target sambungan baru untuk 2023 adalah berjumlah 2424 sambungan nah tetapi realisasi sampai dengan saat ini baru tercapai sekitar 1800 kurang lebih, jadi kita masih akan melakukan target-target yang sudah ditutup itu sampai Desember masih ada kekurangan sekitar 800 SR,”katanya .
Tak hanya itu Perumda Tirta Jati juga yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon terus memberikan bantuan air kepada sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
“kami membantu pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan di wilayah-wilayah kekeringan atau wilayah-wilayah yang kritis air nah itu bantuan dari pemerintah daerah nah kami selaku operatornya,”ungkapnya.
Dr.H.Suharyadi,SE.MH menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk tidak menambahkan alat bantu penyedot pada untuk mempercepat pendistribusian disaluran milik sendiri, hal itu menurutnya bisa menghambat pendistribusian air ke SL pelanggan lainnya yang masih satu jalur (pipa) yang sama.
“kami menghimbau agar pelanggan tidak menggunakan Sanyo atau mesin pompa karena itu bisa menyebabkan kurangnya pasokan air ke pelanggan lainnya
,”.(Sur)















