Indramayu, PN
Pasca kejadian di area kilang Balongan, Pertamina tetap berkomitmen untuk melakukan pemantauan kesehatan warga di sekitar lokasi kejadian. Tim Medis Kilang Balongan bergerak cepat mendatangi rumah warga untuk memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan.
Salahsatunya mendatangi Mutia (21), warga RT 004/RW 002, Blok Tengah Desa/Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu yang mengeluhkan sakit pada kandungannya, Jumat (23/4). Kedatangan Tim Medis dipimpin Section Head Health Kilang Pertamina Balongan, dr. Bernardo L Tobing turun langsung memeriksa kondisi Mutia yang tengah mengandung 3 bulan.
Setelah melakukan pemeriksaan awal, serta melihat kondisi warga yang masih ada keluhan, Tim kemudian membawa pasien ke Rumah Sakit Pertamina Balongan (RSPBL) untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. “Kami telah melakukan pemeriksaan fisik umum, dan kami membawa pasien untuk menjalani rawat inap untuk bedrest agar dapat dilakukan pemeriksaan maupun perawatan yang lebih intensif oleh spesialis kebidanan dan kandungan di RSPBL,” kata dr Bernardo dalam keterangannya melalui rilis dari Unit Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, Jumat (23/4).
Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan di RSPBL kondisi kandungan Mutia cukup aman, namun perlu observasi lebih lanjut agar kondisi pasien dan janinnya benar-benar dipastikan baik-baik saja. Selain Mutia, tim juga menangani seorang ibu hamil bernama Komariah yang sedang mengandung cukup besar. “Komariah juga masyarakat terdampak dan kami bawa ke RSPBL untuk pemeriksaan namun kondisinya stabil,” sebutnya.
Sementara itu, Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina RU VI Balongan, Cecep Supriyatna mengungkapkan, aksi cepat yang dilakukan Pertamina ini merupakan bentuk komitmen perusahaan kepada masyarakat terdampak kejadian di area Kilang Balongan.
“Kami pastikan Pertamina tetap siaga dalam memantau kondisi kesehatan warga disekitar Kilang Balongan. Semaksimal mungkin Pertamina siap memberikan layanan kesehatan kepada warga,” ungkapnya.
Mutia sendiri mengaku senang akhirnya ia mendapat perawatan medis yang lebih baik berkat respon cepat dari Pertamina RU VI Balongan. Mutia mengaku sebelumnya ia berobat secara umum namun biaya yang dikeluarkan cukup besar.
Dalam penanganan medis itu sambungnya, Pertamina meyakinkan kepada dirinya bahwa seluruh biaya akan ditanggung perusahaan. “Alhamdulillah saya senang bisa dibawa ke RSPBL untuk penanganan medis, mudah-mudahan kondisi saya dan bayi yang saya kandung sehat,” aku dia senang. (saprorudin)















