
Kabupaten Cirebon Pelita News
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumber Usaha Desa Sambeng Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon terus komitmen menjalankan tugas dan tupoksi serta amanah yang telah diembannya untuk mengelola keuangan yang telah diterima sesuai amanat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT).
Sebelumnya Bumdes Sumber Usaha ditahun 2025 telah menerima bantuan keuangan dari Desa Sambeng dan langsung dibelanjakan untuk modal usaha penggemukan sapi sebanyak lima ekor, selama lima bulan sapi tersebut dipeliharanya dengan telaten dan penuh kesabaran sehingga membuahkan hasil setelah sapi tersebut dirasa sudah waktunya untuk dijual.
“kami menerima bantuan modal usaha dari Desa Sambeng, dan bantuan itu kami belanjakan sapi kemudian setelah besar kami jual kembali,” ucap Jajo Ketua Bumdes Sumber Usaha kepada Harian Pelita News belum lama ini.
Jajo akui walaupun belum mendapatkan hasil yang memuaskan dari hasil penjualan sapi tersebut, akan tetapi Ia tetap optimis dan mampu mengelola kembali keuangan tersebut, walaupun dirasanya sangat sulit untuk mencari gagasan usaha yang tidak menyaingi usaha warga Desa Sambeng.
“kami tetap yakin, bisa berkembang, walaupun disini sangat susah untuk membuka usaha baru,”katanya.
Dengan hasil yang dirasanya kurang memuaskan, pihaknya juga telah merapatkan hasil tersebut bersama Pemerintah Desa dan BPD Desa Sambeng serta pendamping desa, namun kembali Pemerintah Desa Sambeng tetap mempercayakan kepada Jajo sebagai Ketua Bumdes Sumber Usaha untuk kembali mengelola bantuan keuangan tersebut.
“hasil dari penjualan kami juga telah rapatkan dengan Kuwu, BPD, dan pendamping desa, tapi kata Pak Kuwu masih percaya dan meminta saya untuk kelola kembali,”terangnya.
Jajo menjelaskan hasil kesepakatan juga menyimpulkan bahwa anggaran Bumdes Sumber Usaha kembali akan di luncurkan untuk memberikan bantuan modal usaha kepada petani Desa Sambeng agar bisa tanam padi di musim tanam saat ini, yang nantinya para petani akan mengembalikan bantuan modal usaha setelah panen nanti.
“kami gelontorkan untuk modal usaha pengairan, karena petani mau tanam padi dan butuh air, karena tak ada modal petani sepakat meminjam modal usaha untuk mengairi sawahnya di musim tanam saat ini,”jelasnya.
Selain modal untuk mengairi sawah pihaknya juga memberikan bantuan modal untuk normalisasi saluran tersier yang tidak berfungsi, hal demikian juga modal yang digelontorkan untuk normalisasi nantinya akan dibayarkan bersamaan dengan modal untuk pengairan.
“kalau pengairan nanti dibayar satu kuintal gabah, kalau untuk normalisasi rp.250 ribu,”sebutnya.
Jajo yang didampingi beberapa anggota Bumdes mengaku optimis bahwa usaha yang saat ini dijalani Bumdes Sumber Usaha Desa Sambeng akan mendapatkan hasil maksimal sesuai dengan target yang diinginkan.
“sesuai dengan perhitungan, kami yakin pasti untuk gak bakal rugi,”ungkapnya.
Dilain waktu H.Wara Kuwu Sambeng mendukung setiap program yang dilaksanakan oleh Bumdes Sumber Usaha, pasalnya Ia telah menyerahkan sepenuhnya urusan Bumdes kepada seluruh jajaran Bumdes Sumber Usaha sehingga pihaknya hanya bisa mengawasi, membina dan mendukung.
“kami dukung apapun usaha Bumdes Sumber Usaha, yang penting masuk akan dan tidak bersaing dengan warga kami, namun kami juga terus memantau perkembangannya,”ucap H.Wara.
Dengan telah berjalannya Bumdes Sumber Usaha Desa Sambeng H.Wara berharap badan usaha tersebut bisa melesat maju dan berkembang serta dapat memberikan kontribusi yang baik kepada seluruh lapisan yang ada di Desa Sambeng.
“kami berharap bisa jalan dan berkembang Bumdes kami, dan bisa menghasilkan untuk anggotanya, pemerintah, dan warga Desa Sambeng,”harapnya.@sur














