• Advertorial
    • Kontak Kami
    Minggu, Maret 15, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Perempuan Peduli Masyarakat Desa Serang Wetan Laporkan Petugas Puskesos Terkait Dugaan Pungutan Liar

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    April 15, 2022
    dalam CIAYUMAJAKUNING, EKONOMI & BISNIS, INFORMASI, KABUPATEN CIREBON, NASIONAL, PEMERINTAH DAERAH
    0 0
    0
    Perempuan Peduli Masyarakat Desa Serang Wetan Laporkan Petugas Puskesos Terkait Dugaan Pungutan Liar
    0
    BERBAGI
    373
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    Kabupaten Cirebon,PN

    Adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum petugas Puskesos (Pusat Kesejahtraan Sosial) Desa Serang Wetan Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu, dugaan pungutan liar dilakukan oknum petugas Puskesos saat warga Desa Serang Wetan mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) saat itu, dengan dugaan pemotongan yang dinilai sangat bervariasi mulai dari Rp. 100 ribu hingga Rp. 400 ribu, bagi setiap warga yang menerima bantuan itu.

    Dengan adanya hal tersebut perempuan warga Desa Serang Wetan, yang mengatasnamakan diri sebagai Peduli Masyarakat Desa Serang Wetan Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon, melaporkan dugaan tersebut kepada UPP Unit  Pemberantasan Pungli (Saber Pungli) Kabupaten Cirebon, dengan perihal Laporan Pungutan Liar oknum Petugas Puskesos Desa Serang Wetan, belum lama ini.

    Menurut Caimah warga Desa Serang Wetan dirinya mengaku pernah mendapatkan BPUM dari pemerintah dengan nilai Rp.2,4 juta, Dia jelaskan, saat itu dirinya ketika mendapatkan informasi tersebut dan hendak mencairkan bantuan itu, dirinya tanpa ada pendampingan dari pihak pemerintah desa maupun Puskesos, namun Caimah berdasarkan informasi dari warga yang menerima bantuan yang sama saat itu dan telah memberikan uang kepada petuga Puskesos Desa Serang Wetan, akhirnya Caimah pun turut menyisihkan uang dari bantuan tersebut untuk oknum petugas Puskesosnya.

    “Iya Saya dapat bantuan BPUM Rp.2.400.000, tapi saya ngambil sendiri, nggak diantar sama orang desa dan Puskesos, tapi karena banyak orang yang ngasih (ke oknum petugas Puskesos.red), terus orang Puskesos datangi rumah saya, karena semuanya pada ngasih, saya kasih Rp.100 ribu,”jelasnya.

    Dia menambahkan, ketika Caimah menerima kabar dari oknum petugas Puskesos tersebut bahwa dirinya akan mendapatkan BPUM dari pemerintah, oknum petugas Puskesos itu diduga mewanti-wanti Caimah agar ketika setelah mencairkan BPUM, petugas tersebut sampaikan jangan lupa dengan dirinya, sehingga dengan adanya ucpan tersebut akhirnya Caimah berikan Rp. 100 ribu untuk oknum itu.

    “waktu pertamanya sih ngomongnya gini, waktu mau ada bantuan, terus kalau dapat ngerti ya (sambil tirukan kata-kata oknum petugas Puskesos.red), ya akhirnya pas Saya dapat yang ngerti Saya kasih Rp.100 ribu,”tambahnya.

    Hal yang sama, namun kali ini jumlah yang diberikan untuk oknum petugas Puskesos jauh berbeda, Sukirah warga Desa Serang Wetan yang saat itu mendapatkan bantuan BPUM dari pemerintah sebesar Rp.2,4 juta, yang juga saat itu akhirnya menyisihkan bantuan yang diterimanya untuk oknum petugas Puskesos Rp. 200 ribu, hal tersebut dilakukannya karena saat itu diduga banyak informasi kalau warga yang menerima pada memberi kepada oknum petugas itu.

    “nerimanya penuh, ada potongan sebesar Rp.200 ribu, kalau benar atau tidak, saya sih orang bodoh, karena kata orang suruh ngasih ya ikutan ngasih, tapi ngasihnya nggak bareng ama saya, karena masing-masing, katanya ada yang Rp.400 ribu setahu saya saya aja yang paling kecil Rp.200 ribu.,”ucap Sukirah.

    Sementara itu menurut Yani Ariyani salah satu perempuan warga Desa Serang Wetan yang ikut mengatasnamakan dirinya di Peduli Masyarakat Desa Serang Wetan, dan merupakan salah satu Perempuan yang ikut melaporkan atas dugaan tersebut, mengaku sangat peduli dan prihatin dengan adanya dugaan pungli di wilayah Desa Serang, terlbih dugaan pungli tersebut berada di warga yang menerima bantuan dari pemerintah.

    “Saya merasa peduli dan kasihan, setiap melihat orang yang mendapatkan bantuan, diduga selalu ada potongan,”paparnya.

    Dinilainya, jumlah yang diterima dari oknum petugas Puskesos diduga lebih besar dari pada warga yang menerima BPUM, pasalnya Ia mengkalkulasikan ketika penerima hanya mendapatkan bantuan Rp. 2,4 juta, namun dengan jumlah penerima BPUM di Desa Serang Wetan saat itu dinilai cukup banyak, dugaan kuat oknum petugas Puskesos Desa Serang Wetan lebih besar mendapatkan pundi-pundi rupiah dari hasil warga yang mendapatkan BPUM kala itu.

    “yang saya tahu, yang dapat (warga menerima bantuan BPUM.red) dimintain Rp.200 ribu, yang dapatnya aja dapat segitu, yang nganter dapat lebih besar ketika di kalkulasikan jumlah penerima, karena ketika satu orang Rp. 200 ribu di kali berapa orang yang mendapatkan, sudah berapa juta,ujarnya.

    Adnya laporan yang dilayangkan ke UPP Unit  Pemberantasan Pungli (Saber Pungli) Kabupaten Cirebon, Yani Ariyani terinspirasi pada suatu kejadian yangpernah terjadi di Desa Serang Wetan kala itu, sehingga Ia bersama tiga perempuan warga Desa Serang Wetan lainnya memberanikan diri untuk melakukan pelaporan kepada pihak yang berwenang.

    “soalnya saat itu pernah ada bantuan PKH, nah satu orang di potong Rp. 10 ribu dengan ikhlas, padahal uang tersebut untuk keperluan bersama, nah orang tersebut pernah dilaporkan dengan dugaan orang itu ngelakukan pungutan Rp. 10 ribu itu juga bukan pungli, uang tersebut kan buat makan bersama, bermula dari situ yang Rp. 10 ribu saja bisa dilaporkan, apa lagi ini yang besar,”tegasnya.

    Yani Ariyani inginkan, adanya kejadi dugaan pungutan liar yang telah terjadi di Desa Serang Wetan, Pemerintah Desa dan Puskesos bisa melayani warganya dengan maksimal tanpa mengutamakan finasial terlebih dahulu, Dia menilai warga yang mendapatkan bantuan juga lebih mengerti ketika warga tersebut telah di bantu dengan tulus, terlebih menurutnya Uang Rp. 200 ribu sangat berharga dan bisa untuk memenuhi untuk membeli kebutuhan pokok

    “saya sih berharap, Desa Serang Wetan, mulai dari Puskesos dan Pemerintah Desa Serang wetan, benar-benar memperhatikan warganya, saya berpendapat, diduga warga yang menerima bantuan saat itu dan diduga dipotong mencapai angka Rp. 200 diduga sangat memberatkan, karena uang segitu bisa buat makan lebih dari satu hari, kalau mau nganter- ya nganter, dan Saya yakin Ibu-ibu juga mengerti, tidak usah di targetkan nilainya,” harap Yani Ariyani.(Sur)

    Tags: CiayumajakuningEkonomi dan BisnisInformasiKabupaten CirebonNasionalPemerintah Daerah
    Sebelumnya

    Panen Raya di Kecamatan Gabuswetan

    Berikutnya

    Puskesos Desa Serang Wetan Buka-bukaan Terkait Dugaan Tuduhan Yang Dilontarkan Warganya

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Puskesos Desa Serang Wetan Buka-bukaan Terkait Dugaan Tuduhan Yang Dilontarkan Warganya

    Puskesos Desa Serang Wetan Buka-bukaan Terkait Dugaan Tuduhan Yang Dilontarkan Warganya

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Siswa SMK Muhammadiyah Lemahabang Boyong 2 Emas, Perak dan Perunggu di OlympicAD VIII Makassar

    Siswa SMK Muhammadiyah Lemahabang Boyong 2 Emas, Perak dan Perunggu di OlympicAD VIII Makassar

    Februari 16, 2026
    Pemdes Tenjomaya Bagikan Takjil, Warga Antusias Sambut Bulan Suci Ramadan

    Pemdes Tenjomaya Bagikan Takjil, Warga Antusias Sambut Bulan Suci Ramadan

    Maret 1, 2026
    SMK Dwi Bhakti Ciledug Terapkan Program Pesantren Ekologi Ramadhan 2026

    SMK Dwi Bhakti Ciledug Terapkan Program Pesantren Ekologi Ramadhan 2026

    Februari 28, 2026
    Jabbar Land Park Cirebon Bakal Jadi Destinasi Wisata Terlengkap, Tengah Proses Pembangunan

    Jabbar Land Park Cirebon Bakal Jadi Destinasi Wisata Terlengkap, Tengah Proses Pembangunan

    Januari 17, 2025
    Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kebersihan Jelang Mudik, Wakil Wali Kota Terima Kunjungan Wamen LH dan Dirut KAI

    Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kebersihan Jelang Mudik, Wakil Wali Kota Terima Kunjungan Wamen LH dan Dirut KAI

    Maret 15, 2026
    Siswanya Diduga Alami Keracunan, Sekolah Minta Evaluasi SPPG dan Pengawasan Ketat

    Siswanya Diduga Alami Keracunan, Sekolah Minta Evaluasi SPPG dan Pengawasan Ketat

    Maret 15, 2026
    Diduga Keracunan Program MBG, Orangtua Siswa SMA Negeri 1 Jamblang Resmi Lapor Polisi

    Diduga Keracunan Program MBG, Orangtua Siswa SMA Negeri 1 Jamblang Resmi Lapor Polisi

    Maret 15, 2026
    Wujudkan Lebaran Ceria, Perwira Pertamina Belikan Baju Baru Anak Yatim dan Berkebutuhan Khusus

    Wujudkan Lebaran Ceria, Perwira Pertamina Belikan Baju Baru Anak Yatim dan Berkebutuhan Khusus

    Maret 15, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Pemdes Weru Kidul Gelar Santunan Anak Yatim Dan Buka Puasa Bersama

      Pemdes Weru Kidul Gelar Santunan Anak Yatim Dan Buka Puasa Bersama

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Diduga Keracunan Program MBG, Orangtua Siswa SMA Negeri 1 Jamblang Resmi Lapor Polisi

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Pemdes Dukupuntang Berbagi Bersama Anak Yatim

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lemahabang Gelar Pengajian, Pembagian Takjil dan Buka Bersama

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SDN 3 Sidawangi Salurkan Zakat Fitrah Untuk Murid Yatim, Piatu, Fakir Dan Miskin

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,076)
    • EKONOMI & BISNIS (300)
    • INDRAMAYU (5,140)
    • INFORMASI (538)
    • Jawa Tengah (407)
    • KABUPATEN CIREBON (5,774)
    • KESEHATAN (76)
    • KOTA CIREBON (1,023)
    • KUNINGAN (129)
    • MAJALENGKA (60)
    • NASIONAL (623)
    • OLAHRAGA (40)
    • PEMERINTAH DAERAH (690)
    • TEKNOLOGI (81)
    • Uncategorized (241)

    Berita Terbaru

    Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kebersihan Jelang Mudik, Wakil Wali Kota Terima Kunjungan Wamen LH dan Dirut KAI

    Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kebersihan Jelang Mudik, Wakil Wali Kota Terima Kunjungan Wamen LH dan Dirut KAI

    Maret 15, 2026
    Siswanya Diduga Alami Keracunan, Sekolah Minta Evaluasi SPPG dan Pengawasan Ketat

    Siswanya Diduga Alami Keracunan, Sekolah Minta Evaluasi SPPG dan Pengawasan Ketat

    Maret 15, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk