Indramayu, PN
Pengurus Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Kabupaten Indramayu periode 2021-2026 dilantik dan dikukuhkan. Pelantikan dan pengukuhan pengurus dengan tagline “Berkarya Tanpa Batas, Berkreasi Tanpa Henti” ini dipusatkan di LOLO Coffee & Resto, Indramayu, Minggu (28/03).
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Harian RUBI, Taman, Asisten Daerah (Asda) Pemerintahan, H. Jajang Sudrajat, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Suryono dan undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut dilakukan sesi tanya jawab seputar bonsai dan tehnik penjurian, belajar bersama pruning dan cutting.
Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina melalui Asisten Pemerintahan, H. Jajang Sudrajat mengucapkan selamat dan sukses atas dilantik dan dikukuhkannya pengurus RUBI Indramayu periode 2021-2026.
Menurutnya, di tengah pandemi COVID-19, semua pihak harus menerapkan protocol kesehatan (prokes) terbaru gerakan 5M COVID yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Pada poin terakhir mengurangi mobilitas itu, jika tidak ada keprluan mendesak masyarakat diminta agar tetap berada di rumah.
Adanya pembatasan aktifitas masyarakat sejalan dengan prokes ke-5 itu kata dia, para pencita bonsai tetap masih bisa berkreatifitas di rumah salahsatunya membonsai atau mengkerdilkan tanaman. Namun demikian sambungnya perkumpulan bonsai tidak akan maju kalau tidak ada wadahnya. “Dengan terbentuknya wadah bonsai di Indramayu diharapkan para pencinta bonsai disamping menyalurkan hobi juga bisa menghasilkan rupiah,” kata dia.
Jajang juga berkeyakinan peluang bonsai banyak dibutuhkan dan dengan terbukanya informasi ini seni mengkerdilkan tanaman akan berkembang dan muaranya bisa meningkatkan perekonomian pembonsai itu sendiri.
Ia tidak menampik, proses mengkerdilkan tanaman butuh waktu tapi dengan ketelatenan dan kecintaan serta dilandasi rasa cinta juga perasaan senang dan gembira maka di masa pandemi COVID-19 ini imun pembonsai akan kuat dengan sendirinya.
“Teruslah berkreasi dan berkarya menciptakan seni bonsai untuk meramaikan dunia bonsai di Indramayu,”
Sementara itu, Ketua Harian RUBI, Taman, mengatakan ada beberapa poin penting RUBI didirikan salahsatunya menciptakan persaingan positif untuk kemajuan bersama. Ia juga mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus RUBI Indramayu dan memohon maaf karena Ketua Umum RUBI, Prof. DR. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH berhalangan hadir karena sakit.
Taman menyebutkan bonsai adalah sebuah hobi. Dengan hobi ada perasaan senang. Dibalik perasaan senang itu ada dampak pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, kalau mau jadi orang kaya main bonsai, kalau kelihatan kaya main bonsai. Untuk seniman bonsai jangan berhenti berkarya. Terus berjuang seperti para pejuang dulu memerdekakan negeri tercinta ini tanpa pamrih, seperti petani terus menanam tanpa memikirkan hama yang akan menyerang tanamannya juga pelaut yang tidak takut adanya gelombang tinggi.
“Jangan takut berkarya tidak ada seni yang tidak ada mahar. Cintailah profesi itu. Kalau kita mencintai pasti ada hasilnya,” support Pakde Taman.
Hal serupa dikatakan Ketua RUBI Cabang Indramayu, Wawan Sulistyawan. Menurutnya, dengan telah dilantik/dikukuhkannya struktur kepengurusan RUBI di Indramayu maka masyarakat dapat mengakui atas hadirnya RUBI di Kota Mangga sehingga perbonsaian dapat tumbuh dan berkembang bak jamur tumbuh di musim hujan.
“Hadirnya RUBI di Indramayu tentunya dapat bersinergi dengan organisasi bonsai lainnya yang ada di Bumi Wiralodra menuju Indramayu Bermartabat,” kata dia. (saprorudin)















