Pelita News I Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) melakukan percepatan pengerukan muara sungai di sekitar Pelabuhan Dadap, Kecamatan Juntinyuat.
Percepatan ini untuk segera merangsang pertumbuhan ekonomi pemukiman nelayan di wilayah pesisir pantai utara (pantura) Indramayu.
“Kami meminta ada percepatan untuk pengerukan. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai dilakukan. Ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir,” tutur Bupati Lucky Hakim.
Selama ini, sedimentasi atau pendangkalan di muara sungai berdampak pada melambatnya pergerakan kapal atau perahu nelayan yang akan melakukan aktifitas bongkar muat maupun berlayar.
“Dengan percepatan pengerukan, kapal dan perahu nelayan akan makin lancar untuk berlayar maupun Kembali untuk bongkar ikan hasil tangkapan,” tutur Lucky.
Percepatan pengerukan untuk optimalisasi fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap ini, kata dia, merupakan bagian dari kerjasama dengan TNI AL termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat dan Diskanla Indramayu.
Bupati Lucky sempat meninjau langsung kick off atau dimulainya kegiatan pengerukan muara sungai pada 23 Oktober 2025, didampingi oleh Kepala Diskanla, Edi Umaedi.
“Pengerukan ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar aktivitas nelayan dan memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pusat ekonomi kelautan,” tutur Bupati Lucky.
Meskipun pengerjaan kapal keruk seharusnya menjadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis), Pemkab Indramayu mengajukan percepatan melihat kondisi yang makin menjadi kendala bagi nelayan.
Bupati Lucky mengungkapkan, saat ini satu unit kapal keruk digunakan untuk melayani empat belas muara di Indramayu. Ia berharap ke depan, ada tambahan unit sehingga penanganan bisa makin optimal.
“Harapan saya, pemerintah pusat dan provinsi bisa menambah kapasitas kapal keruk. Sehingga nantinya kawasan pesisir di seluruh Indramayu akan berkembang tiga kali lipat dari kondisi saat ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Diskanla, Edi Umaedi mengatakan, Pelabuhan Dadap menjadi prioritas dalam program optimalisasi pelabuhan di wilayah pesisir di Indramayu.
Ke depan, pihaknya mengusulkan agar ada pembangunan kampung nelayan Dadap dengan kapasitas rumah 60 unit. Apalagi lahannya sudah tersedia milik pemerintah provinsi.
“Dadap masuk prioritas karena potensi perikanannya besar. Pelabuhan ini sebagai pintu masuk dan keluar produk hasil industri perikanan dari Indramayu ke berbagai daerah,” kata Edi.
Wilayah pesisir Indramayu diproyeksikan menjadi pusat ekspor dan impor hasil perikanan. Rancangan ke depan, kapal-kapal berukuran besar dapat masuk melalui muara Dadap untuk bongkar muat ikan hasil tangkapan.
Slamet (32 tahun) sala satu nelayan, mengaku nelayan Dadap mengaku senang dengan adanya pengerukan lumpur di muara Dadap. Dengan dikeruk, aktivitas perahu menjadi lancar.
“Kami menunggu segera ada pengerukan. Alhamdulillah, dengan pengerukan, kegiatan perahu nelayan menjadi lebih lancar tanpa takut kandas oleh sedimentasi,” tuturnya.
Dengan pengerukan, para nelayan mengaku bersemangat untuk memaksimalkan usaha penangkapan ikan yang diharapkan bisa menambah pendapatan bagi mereka.
“Kalau muara lancar, mencari ikan menjadi lebih bersemangat. Insya Allah hasil tangkapan juga meningkat. Ini menjadi rejeki bagi nelayan dan keluarganya,” ucap Slamet sumringah. @safaro















