Pelita News, Indramayu – Sinergitas dan kemitraan antar instansi dianggap sebagai kunci sukses dalam menghadapi tantangan bencana seperti bencana Hidrometeorologi dan lain-lain. Termasuk keterlibatan para relawan sangat penting sangat dibutuhkan dalam menangani bencana.
Perihal itu dikatakan Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar dalam sambutannya pada apel kesiapsiagaan menghadapi darurat bencana hidrometeorologi di lapangan upacara Kodim 0616 Indramayu, Jumat (9/12/203).
Selain itu, Fahri menyampaikan rasa syukur atas berhasilnya wilayah Kabupaten Indramayu yang telah melewati masa kemarau dan fenomena El Nino dengan potensi kerawanan.
“Ada tiga potensi kebakaran hutan di Indramayu yaitu Kecamatan Cikedung, Terisi, dan Gantar. Namun karena upaya dan kerja sama sehingga kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau kemarin kami nyatakan berhasil,” ujar Fahri.
Meski begitu, dia mengingatkan akan pentingnya penanggulangan secara komprehensif dan cepat dalam rangka menghadapi bencana alam.
“Ada beberapa wilayah yang mengalami kesulitan air bersih telah berhasil ditangani melalui upaya penanggulangan yang efektif,” ucapnya.
Tidak hanya bangga sampai disitu saja, Kapolres memperingatkan tentang potensi bencana alam hidrometeorologi, terutama banjir rob dan angin puting beliung, seiring dengan memasuki musim penghujan. Pasalnya analisis BMKG tahun 2019 hingga 2023 menyebutkan sekitar 29 kejadian bencana alam di wilayah.
“Saya apresiasi langkah positif berupa penciptaan jaringan komunikasi melalui grup WhatsApp dari pusat hingga tingkat kecamatan. Hal ini dapat mendukung deteksi dini kejadian bencana dan penanggulangan yang lebih cepat,” terangnya
Dia juga mengajak semua pihak untuk mempersiapkan diri secara baik menghadapi bencana banjir rob dan angin puting beliung.
Sementara pelaksanaan Zoom Meeting di tingkat Kodam III/Siliwangi, Jawa Barat dihadiri oleh sejumlah pejabat serta personil terkait.
Dalam kegiatan virtual di Kodam III, tampak hadir Pj. Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin, Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Erwin Djatniko, Kapolda Jabar Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, Kajati Jabar, Ade Tajudin Sutiawarman, serta Plh. Ka BPBD Jabar, Nur Hidayat. Bahkan hadir juga dalam apel tersebut, Dandim 0616/Indramayu letkol Arm. Andang Radianto, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu Arief Indra Kusuma Adhie, Kalak BPBD Kabupaten Indramayu Dadang Oce Iskandar, dan beberapa pejabat lainnya, termasuk personel dari berbagai instansi terkait.
Seperti diketahui, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembaban. Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.(saprorudin)















