Pelita News I Indramayu – Menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan saat ini menjadi perhatian serius Pemkab Indramayu. Upayanya sebagai bagian pengendalian inflasi selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, menyampaikan, rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2026 diikuti Pemkab Indramayu bersama pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia pada Selasa (3/3/2026).
Ditegaskan, Pemkab Indramayu berkomitmen dalam mendukung pengendalian inflasi yang selaras dengan kebijakan nasional. Sebagai langkah konkret yaitu dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026.
Pemantauan harga di pasar juga dilakukan secara berkala melalui dinas terkait, disertai penguatan koordinasi lintas sektor melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, stabilitas harga dan daya beli masyarakat terus menjadi perhatian utama pemerintah pusat dan daerah. Hal ini untuk memastikan inflasi terkendali.
Asep memaparkan, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam rakor yang diikuti secara daring menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di tengah perubahan pasar dan berbagai faktor eksternal.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), dinamika inflasi dipengaruhi tren kenaikan harga emas dunia, harga BBM non-subsidi, penetapan 1 Ramadan, curah hujan, dan tarif listrik. Situasi ini menuntut daerah mengambil langkah strategis dan kebijakan tepat agar harga tetap stabil.
Selain pengendalian inflasi, rakor tersebut juga menyoroti evaluasi program 3 Juta Rumah dan sosialisasi Jaminan Produk Halal. Hal ini sebagai langkah konkret untuk memastikan kebijakan pusat dan daerah berjalan selaras dan efektif di lapangan. @safaro















