Pelita News I Indramayu – Pemerintah Desa (Pemdes) Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu meminta bantuan Damkar kabupaten setempat. Bantuan itu untuk memperlancar saluran irigasi yang tersumbat sehingga air tidak bisa menjangkau sawah petani yang mengering imbas musim kemarau.
Lurah Desa Lobener Lor, Toto (55), mengatakan, luas lahan sawah yang mengalami kekeringan sekitar 100 hektare. Sawah tersebut tersebar di tiga Blok, yakni Blok Rukem, Blok Telungglaga, dan Blok Sedep.
Toto mengungkapkan, para petani di tiga blok itu sebelumnya telah menyemai benih padi. Namun, hingga umurnya lebih dari 30 hari, persemaian itu tak bisa ditanam karena sawahnya mengalami kekeringan.
“Persemaian menjadi mati, tak bisa ditanam,” kata Toto, dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Toto menjelaskan, di musim kemarau ini, pasokan air irigasi memang terbatas sehingga harus menerapkan sistem gilir air dengan wilayah lainnya.
Ia menyatakan, kondisi itu semakin diperparah dengan tersumbatnya gorong-gorong saluran irigasi yang mengarah ke wilayahnya.
Tersumbatnya saluran air tersebut, kata dia, akibat posisi gorong-gorong yang terlalu tinggi, serta terhalang oleh berbagai material padat seperti batu dan tanah di dalamnya. Akibatnya, air tidak bisa menjangkau areal persawahan seluas 100 hektare di tiga blok itu.
Upaya mandiri yang dilakukan petani untuk mengatasi kondisi itu tak membuahkan hasil. Pasalnya, material penghalang itu berada di dalam gorong-gorong yang sulit terjangkau.
Para petani akhirnya berinisiatif untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar). Apalagi, langkah serupa pernah dilakukan di titik lainnya dan berhasil membuat air yang tersumbat kembali lancar menjangkau areal sawah.
“Ini yang kedua kalinya. Alhamdulillah petugas Damkar mau membantu kami,” ucap Toto.
Berdasarkan informasi yang diterima, petugas Damkar rela berendam di genangan air dalam upaya menyemprotkan air bertekanan tinggi dari mobil pemadam ke dalam gorong-gorong. Dengan dibantu sejumlah petani, petugas Damkar berupaya membuka sumbatan di dalam gorong-gorong.
Petugas Damkar terus menyemprotkan air setara dua mobil pemadam berkapasitas 3000 liter. Tak hanya itu, petugas juga melakukan pengerukan manual menggunakan tongkat kayu yang dipasangi besi di ujungnya.
Petugas Damkar Indramayu, Sujono, mengungkapkan, pihaknya siap siaga merespons apapun bentuk laporan permintaan tolong dari warga yang masuk ke instansinya. Termasuk permintaan bantuan dari petani yang kesulitan air akibat hambatan pada gorong-gorong saluran irigasi.
“Saat ada permintaan tolong dari masyarakat, pasti kami bantu,” ungkap Sujono. @safaro















