Pelita News, Indramayu – Untuk memberikan bekal bisa berwirausaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan, puluhan penyandang disibiltas mengikuti pelatihan pembuatan keripik pisang. Pelatihan yang dimotori Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten Indramayu ini dipusatkan di Aula LTSA P3MI kabupaten setempat, kemarin.
Kepala Disnaker Indramayu, Erpin Marpinda melalui PPTK Pelatihan Disabilitas, H. Durnani mengatakan pelatihan untuk kelompok penyandang disabilitas ini baru pertama kali dilaksanakan dengan kuota terbatas hanya 25 peserta.
Menurutnya, ini bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap mereka agar mereka bisa mandiri.
Pelatihan ini sambungnya, bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) cabang Indramayu.
Dalam pelatihan ini, kata dia, kelompok penyandang disabilitas dibekali ketarampilan pembuatan keripik pisang. Pembuatan tersebut selain gampang dimengerti juga bahan bakunya mudah didapat serta prospeknya menjajikan.
“Para peserta selain dibekali materi tentang tata cara pengolahan pembuatan keripik pisang juga diberi bantuan alat-alat pembuatannya berupa perajang pisang, minyak goreng, bahan baku pisang dan wajan,” kata dia.
Menurutnya, dengan pelatihan ini diharapkan mereka bisa mandiri, berwiraswasta sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga dan bisa menciptakan lapangan kerja.
“Alhamdulillah para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini,” ucapnya.
Sementara itu perwakilan SBMI Indramayu, Surani, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Indramayu karena pihaknya dilibatkan dalam pelatihan ini sebagai instruktur. Pelatihan ini kata dia sebagai penyemangat bagi penyandang disabilitas untuk mandiri.
Ia mengaku keahlian mengolah keripik pisang merupakan pengalaman pribadinya yang di support koperasi SBMI. Karena menurutnya, dalam koperasi tersebut selain ada pembekalan tentang pembuatan keripik pisang juga ada keripik bayam, dan lainnya termasuk kue bolu.
“Semoga dengan dibekalinya para penyandang disabilitas tentang pengolahan keripik pisang bisa menyemangati mereka untuk bisa mandiri. Intinya, memiliki keahlian itu cukup menjanjikan karena selain untuk diri sendiri juga bisa berwirausaha,” kata purna PMI Taiwan 14 tahun ini. (saprorudin)
,














